Rivalitas Panjang, Statistik Mengungkap Timnas Indonesia Ternyata Kalah dari Malaysia

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Timnas Indonesia akan menjalani laga melawan Malaysia, pada pertadingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin pukul 19.30 WIB.
Timnas Indonesia tercatat unggul atas timnas Malaysia dalam 10 pertemuan terakhir.
Dikutip dari 11v11, Indonesia meraih lima kemenangan, dengan kemenangan terakhir terjadi pada laga Piala AFF 2020 di Singapura. Saat itu, Indonesia melumat Malaysia 4-1.
Sementara itu, lima pertemuan lainnya berakhir dengan satu kali seri dan empat kekalahan. Satu kali seri terjadi pada 6 Juni 2008 pada laga persahabatan yang berakhir 1-1.
Untuk empat kekalahan, salah satunya diderita di kandang sendiri, tepatnya September 2019 pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK.
Ketika itu, Indonesia yang sempat memimpin 2-1 di babak pertama, harus menerima kenyataan menelan kekalahan setelah tim tamu membalikkan keadaan menjadi 2-3.
Namun secara keseluruhan, Timnas Indonesia masih kalah dari Malaysia. Indonesia dan Malaysia sudah bertemu 85 kali sejak pertemuan pertama kedua tim pada 7 September 1957 di Turnamen Merdeka. Indonesia mengakhirinya dengan 33 kemenangan dan Malaysia 34 kemenangan, sementara sisanya berakhir seri.
Di FIFA ASEAN Cup 2026, kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin. Malaysia menjadi pemuncak klasemen Grup A setelah meraih kemenangan 3-0 atas Bangladesh, sementara Indonesia menempati peringkat kedua usai mengalahkan Singapura 2-0.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir menilai sejarah rivalitas yang panjang membuat pertandingan Indonesia lawan Malaysia menjadi laga menarik.
“Indonesia melawan Malaysia tentu menjadi pertandingan yang sangat menarik. Ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pertandingan dengan sejarah rivalitas yang panjang,” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi PSSI yang dipantau di Jakarta, Senin.
Indonesia dan Malaysia juga datang dengan modal kemenangan pada laga pertama di Grup A. Indonesia menekuk Singapura 2-0, sedangkan, Malaysia mengalahkan Bangladesh 3-0.
Dengan modal kemenangan kedua tim pada pertandingan pertama, Erick meyakini pertandingan kedua tim akan berlangsung sangat kompetitif.
Erick mengatakan Malaysia datang dengan skuad yang kuat. Mereka juga membawa pemain-pemain naturalisasi yang baru dan langsung memberikan tambahan kualitas.
“Kita harus menghormati kekuatan Malaysia, tapi kita juga harus percaya dengan kekuatan tim kita sendiri,” katanya.
Erick pun meminta seluruh pemain Timnas Indonesia untuk tampil dengan konsentrasi penuh, disiplin, dan semangat juang tinggi ketika menghadapi Malaysia.
Source link
