Zulhas Sebut “Warna Kemenangan” Beras Kita, Ahmad Arif: Ini Jadi Politisasi Beras

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Perubahan nama dan kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) produk Perum Bulog menjadi Beras Kita menuai sorotan dari jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif.
Sorotan Ahmad Arif ini muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan komentar mengenai desain kemasan baru beras pemerintah yang didominasi warna biru dan putih.
Dalam pernyataannya, Zulhas mengatakan bahwa dirinua langsung menyetujui desain kemasan tersebut. Ia bahkan secara khusus memuji warna yang digunakan.
“SPHP itu diganti namanya Beras Kita. Kan bagus ya. Saya langsung setuju warnanya ini,” kata Zulhas dikutip X Rabu (9/9/2026).
“Langsung setuju. Bagus sekali warnanya, ya kan? Warna kemenangan ini. Bagus sekali warnanya,” lanjutnya.
Zulhas menjelaskan, perubahan nama dan kemasan dilakukan agar beras pemerintah lebih mampu bersaing dengan produk beras dari pihak swasta.
“Jadi kita langsung setuju. Pak Mentan juga setuju ini. Tujuannya perubahan ini adalah yang pertama untuk bersaing dengan produk-produk swasta karena dengan mengubah kemasan ini lebih eye catching dan lebih bisa bersaing dengan swasta,” ujarnya.
Selain tampilan, Zulhas menegaskan pemerintah juga meminta peningkatan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.
“Dengan kita juga tetap meningkatkan dan menjaga mutu isi berasnya. Bukan hanya packaging-nya saja, namun isinya juga diperintahkan untuk ditingkatkan,” katanya.
Ahmad Arif lantas menyoroti kalimat ‘warna kemenangan’ yang disebut Zulhas dalam pernyataannya itu.
Melalui komentarnya, Ahmad Arif mempertanyakan penggunaan narasi bernuansa politik dalam konteks kebijakan pangan pemerintah.
“Gila juga nih, partai lain diam saja dikadalin ya?” tulis Ahmad Arif.
Menurut Ahmad Arif, bukan sekadar mengenai perubahan warna atau desain kemasan, beras SPHP merupakan bagian dari instrumen negara dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat, sehingga identitas program semestinya lebih menonjolkan fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Kok aku melihatnya, ini jadi politisasi beras. SPHP adalah instrumen negara untuk menjaga harga pangan, mestinya bukan media kampanye,” tulisnya.
Ahmad Arif lantas menilai perubahan nama dan warna serta pernyataan dari Zulhas ini justru menggiring pada kecurigaan kebijakan pemerintah disisipi narasi yang bertujuan membangun citra politik.
“Ketika namanya diganti menjadi ‘Beras Kita’ dan kemasannya dibuat dominan biru-putih, kemudian pejabat menyebut biru sebagai ‘warna kemenangan’, dan peluncurannya dijadwalkan bertepatan dengan tiga tahun pemerintahan, ini kebijakan pangan atau sedang membangun citra politik?” ujarnya.
Source link
