News

Sengketa Lahan 33 Hektare di Makassar Memanas, Warga Bentrok dan Saling Lempar Busur



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Sengketa lahan seluas 33 hektare di kawasan Jalan Ujung Bori, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Makassar, kembali memicu ketegangan.

Situasi memanas pada Rabu (9/9/2026) siang. Dua kelompok warga terlibat kericuhan hingga bentrokan meluas ke sekitar kompleks pertokoan dan badan jalan.

Aksi saling serang terjadi dengan menggunakan batu hingga anak panah busur. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sejumlah pemuda dilaporkan terkena anak panah dalam kericuhan tersebut.

Perselisihan ini bukan kali pertama berujung bentrokan. Konflik antara warga dan PT Aditarina Arispratama sebelumnya juga sempat pecah ketika proses pengukuran dan pencocokan batas tanah atau konstatering hendak dilakukan.

Sengketa Lahan Berujung Bentrokan

Persoalan bermula dari perbedaan klaim kepemilikan atas lahan yang menjadi objek sengketa.

PT Aditarina Arispratama, perusahaan pengembang yang berkaitan dengan kawasan Perumahan Aditarina atau eks Kompleks Kodam, menyatakan memiliki alas hak atas lahan tersebut.

Pihak perusahaan menyebut klaim kepemilikan itu diperkuat dengan dokumen berupa Akta Jual Beli (AJB) dan sertifikat.

Namun, klaim tersebut mendapat penolakan dari sejumlah warga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

Ketegangan kembali meningkat ketika petugas datang untuk melaksanakan proses konstatering. Kehadiran petugas mendapat penolakan dari massa warga.

Petugas Diadang Massa

Petugas yang berupaya memasuki area sengketa melalui Lorong 2, Jalan Borong Raya, diadang massa.

Situasi kemudian berubah menjadi kericuhan. Massa melempari petugas menggunakan batu, petasan, hingga anak panah busur.

Untuk mengendalikan keadaan, aparat kepolisian mengambil langkah pembubaran massa dengan melepaskan tembakan peringatan dan menembakkan gas air mata.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, yang turun langsung memimpin pengamanan, mengatakan situasi bermula ketika ada kelompok organisasi kemasyarakatan yang hendak masuk ke area sengketa.

“Sepertinya tadi ada ormas yang mau masuk ke dalam mungkin membantu memasang papan bicara. Cuma memang situasi tidak memungkinkan sehingga ada penolakan dari warga. Jadi ada bentrokan,” ujar Arya di lokasi.

Ditegaskan Arya, pihaknya yang melakukan pengamanan di lokasi telah berupaya memisahkan warga agar tidak ada korban.

“Kami berupaya agar tidak ada yang terluka dan membuat situasi menjadi kondusif,” tukasnya.

Orang nomor satu di Mapolrestabes Makassar ini membenarkan bahwa beberapa kali sempat terjadi pelemparan batu hingga busur, batu.

“Ada kendaraan yang terbakar tadi. Sekarang situasi sudah kondusif,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *