News

PSI Makin Jauh dari PDIP, Pengamat Beri Bocoran Strategi Dongkrak Elektabilitas



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya percepatan Pemilu 2029 dinilai bukan sekadar lontaran politik biasa.

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD, membaca pernyataan tersebut sebagai bagian dari strategi politik yang dikaitkan dengan kelompok yang selama ini disebut sebagai “Geng Solo”, yakni entitas politik di sekitar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ras, manuver tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang disebutnya masih membutuhkan momentum untuk memperkuat posisi politik.

“Kita harus melihat bahwa PSI sedang membangun elektabilitas yang masih tergolong kecil dengan menangkap berbagai momentum,” kata Ras MD kepada fajar.co.id, Selasa (1/9/2026).

Ras menyoroti sejumlah hasil survei yang menunjukkan elektabilitas PSI masih berada di kisaran 2 hingga 4 persen. Salah satunya survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat elektabilitas PSI sebesar 4,1 persen.

Menurut dia, angka tersebut belum cukup untuk menunjukkan bahwa PSI telah memiliki kekuatan politik yang solid.

“Saya tidak melihat jika PSI dengan modal elektabilitas 2 sampai 4 persen di berbagai lembaga survei menjadi bukti jika PSI saat ini sudah kuat. Survei ini punya margin of error,” ujarnya.

Karena itu, Ras menilai PSI perlu terus mencari momentum agar partai berlambang gajah tersebut tetap menjadi bahan pembicaraan di ruang publik.

“Tujuannya agar PSI selalu menjadi perbincangan di berbagai ruang-ruang publik,” katanya.

Budi Arie dan Isu Percepatan Pemilu

Pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat di forum silaturahmi relawan Projo memantik perhatian publik.

Dalam cuplikan video yang beredar di lini massa, Budi Arie mengaku telah menyampaikan insting politiknya kepada Jokowi.

“Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029,” kata Budi Arie yang duduk bersebelahan dengan Jokowi.

Dia kemudian melontarkan pertanyaan kepada para hadirin mengenai kemungkinan terjadinya percepatan pemilu.

“Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, gak?” tanya Budi Arie.

Hadirin pun menjawab, “Siap!”

Budi Arie kemudian mengaitkan kemungkinan tersebut dengan situasi sosial dan ekonomi yang berkembang saat ini.

Dia menyinggung pengalaman Reformasi 1998 ketika Pemilu yang semula dijadwalkan pada 2002 akhirnya digelar lebih cepat pada 1999.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *