News

Duet Dedi Mulyadi- Anies di Pilpres 2029 Dinilai Sangat Kuat, Prabowo Diminta Waspada



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Peta persaingan menuju Pilpres 2029 mulai menarik perhatian setelah elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan lonjakan besar dalam sejumlah survei terbaru.

Kondisi itu disebut berpotensi memunculkan dinamika baru di internal Partai Gerindra.

Sebab, Dedi Mulyadi saat ini merupakan kader Gerindra, sementara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi tokoh sentral partai sekaligus Presiden RI.

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, melihat situasi tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Gerindra apabila tren elektabilitas Dedi terus berlanjut.

Elektabilitas Dedi Lampaui Prabowo

Jamiluddin melihat posisi Dedi yang memiliki elektabilitas lebih tinggi dibanding Prabowo berpotensi membuat sebagian elite Gerindra merasa tidak nyaman.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan persoalan apabila popularitas dan elektabilitas Dedi semakin menguat menjelang kontestasi politik 2029.

“Kader seperti itu bisa saja akan diasingkan di internal Gerindra. Dedi bisa saja tidak diberi peran strategis di Gerindra,” ujar Jamiluddin dikutip pada Jumat (21/8/2026).

Pandangan tersebut muncul setelah survei terbaru SMRC yang dirilis akhir Juli 2026 menempatkan Dedi di posisi teratas dalam simulasi calon presiden.

Dalam simulasi semi terbuka yang melibatkan 20 nama, Dedi memperoleh elektabilitas 35 persen, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 14,5 persen.

Jamiluddin Prediksi Dedi Bisa Cari Jalan Lain

Jika skenario pengasingan politik itu benar-benar terjadi, Jamiluddin memperkirakan Dedi tidak akan tinggal diam.

Ia menilai rekam jejak politik Dedi yang pernah berpindah partai menjadi salah satu alasan kemungkinan tersebut terbuka.

“Kalau hal itu terjadi, bisa saja Dedi akan melakukan perlawanan. Dedi bisa saja berlabuh ke partai lain untuk mewujudkan ambisi politik,” Jamiluddin menuturkan.

Kata dia, perpindahan kendaraan politik bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Dedi.

Karena itu, jika merasa tidak mendapatkan ruang yang cukup di Gerindra, Dedi dinilai berpeluang mencari dukungan politik dari partai lain.

Peluang Duet Dedi Mulyadi-Anies

Jamiluddin kemudian mengaitkan dinamika tersebut dengan wacana penghapusan Presidential Threshold menjadi nol persen.

Lanjutnya, apabila aturan tersebut memungkinkan lebih banyak pasangan calon tampil dalam Pilpres 2029, ruang manuver politik Dedi juga akan semakin terbuka.

Salah satu skenario yang disebut Jamiluddin adalah kemungkinan Dedi membangun kerja sama politik dengan Anies Baswedan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *