Jokowi Belum Bawa Hoki ke PSI, Pengamat: Masih Terlalu Jauh dari PDIP

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mencapai 4,1% dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dinilai belum menjadi ancaman bagi PDIP. Angka tersebut dinilai baru menunjukkan peluang PSI untuk lolos ke parlemen.
Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Endang Sari, mengatakan kenaikan elektabilitas PSI masih relatif tipis. Terlebih, angka 4,1% hanya sedikit berada di atas ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4%.
“4,1 persen itu kan menandakan bahwa masih naik sedikit sekali. Karena kemarin kan memang enggak sampai 4 persen. Nah, 4,1 itu artinya baru lewat pada ambang batas parlementer,” kata Endang dikutip pada Minggu (30/8/2026).
Menurut Endang, posisi PSI saat ini belum dapat disamakan dengan partai-partai papan atas. Apalagi, PDIP merupakan salah satu kekuatan politik terbesar dan tercatat sebagai pemenang Pemilu 2024.
“Jadi, kalau dianggap bahwa apakah PSI ini adalah ancaman bagi PDIP yang notabene adalah pemenang Pemilu 2024, saya kira itu masih terlalu jauh analisisnya kalau seperti itu,” ujarnya.
Endang menilai capaian 4,1% lebih tepat dibaca sebagai sinyal bahwa PSI berpotensi mendapatkan kursi di DPR pada Pemilu 2029.
“Jadi belum cukup untuk mengancam. Baru sampai pada, oke, boleh untuk berpotensi untuk mendudukkan wakilnya di parlemen,” katanya.
Dampak Jokowi
Endang juga menyoroti faktor Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan dikaitkan dengan penguatan PSI. Menurutnya, dukungan Jokowi belum otomatis membuat PSI menjadi ancaman bagi PDIP.
Ia menilai angka elektabilitas PSI saat ini masih terlalu kecil untuk menunjukkan adanya pergeseran kekuatan politik secara signifikan.
“Bahwa faktor Jokowi-nya yang kemudian men-trigger itu, maka sebenarnya kalau kita lihat, yang terjadi sebenarnya adalah PSI yang kelihatannya baru elektabilitas PSI ke 4,1 persen tidak bisa dibaca sebagai ancaman langsung terhadap PDIP,” jelas Endang.
Dia kembali menegaskan bahwa angka tersebut baru berada pada batas aman untuk lolos parliamentary threshold.
“Karena 4 persen itu baru angka aman untuk bisa lolos parliamentary threshold,” sambungnya.
PSI Ingin Menang Besar
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menilai elektabilitas 4,1% belum sesuai dengan target politik partainya untuk Pemilu 2029.
Ahmad Ali mengaku bersyukur atas peningkatan dukungan terhadap PSI. Namun, dia meminta kader tidak menjadikan hasil survei tersebut sebagai alasan untuk berpuas diri.
“Kalau melihat angka 4,1 persen, tentu kami bersyukur karena ada pertumbuhan kepercayaan publik kepada PSI,” kata Ahmad Ali.
Source link
