Lechumanan Bersuara Keras Klaim Gibran Paling Bagus, Denny Indrayana Balas Soal Meritokrasi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Perdebatan mengenai kualitas pemimpin dan sistem demokrasi kembali panas dalam diskusi Rakyat Bersuara, INews TV yang dipandu Aiman Wicaksono.
Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan, secara terang-terangan dengan suara keras menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai sosok yang paling bagus dibandingkan nama-nama lain yang dianggap layak menempati posisi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Lechumanan saat berhadapan dengan Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana.
Lechumanan bahkan meminta agar publik tidak terburu-buru memperdebatkan pergantian kepemimpinan dan menunggu hingga Pemilu 2029.
Lechumanan: Tunggu Sampai 2029
Dikatakan Lechumanan, persoalan pergantian kepemimpinan sebaiknya dikembalikan kepada momentum pemilu. Ia juga mempertanyakan siapa sosok yang dinilai lebih baik daripada Gibran.
“Ya udah tunggu sampai 2029 lah mas. Udah gitu aja. Sederhana kan?,” ujar Lechumanan, dikutip fajar.co.id, Rabu (26/8/2026).
Ia kemudian menegaskan bahwa sejauh ini belum ada sosok yang menurutnya lebih layak dibandingkan Gibran.
“Tunggu aja sampai 2029. Orang gak ada calonnya kok. Kalau ada calonnya ya silahkan gitu loh,” ucapnya.
“Kalau gak ada calonnya kita tunggu sampai 2029. Kecuali Bang Roy (Roy Suryo) mau gantikan,” sambung dia.
Bersuara Keras Sebut Gibran Paling Bagus
Lechumanan kemudian melontarkan pertanyaan langsung kepada Denny Indrayana mengenai ada atau tidaknya figur yang lebih baik dari Gibran.
“Emang ada yang lebih bagus dari Gibran? Saya tanya. Ada yang lebih bagus? Saya tanya,” timpalnya.
Ia bahkan memberikan penegasan mengenai pandangannya terhadap Gibran.
“Gibran paling bagus! Biar Bang Denny tahu, Gibran paling bagus Ya, ini saya yang ngomong. Ya, jelas kan, Bang Denny?,” tegas Lechumanan, dengan suara lantang yang terdengar cukup menggelegar.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dingin dan santun dari Denny Indrayana yang memilih menggeser pembahasan dari sosok calon kepada persoalan sistem demokrasi.
Denny: Justru Kita Bicara Sistem
Denny menekankan bahwa perdebatan tidak seharusnya berhenti pada pertanyaan mengenai siapa calon yang dianggap paling bagus.
Menurutnya, persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana sistem politik dan demokrasi memastikan seseorang memperoleh kesempatan berdasarkan kapasitas dan integritas.
“Justru karena tidak bicara calon, kita bicara sistem. Silakan dijawab, ada nggak yang lebih bagus? Ya kan Gibran itu paling bagus? (Memberikan pertanyaan ejekan),” ucap Denny, yang dikenal cukup vokal mengungkap tidak adanya bukti keberadaan ijazah SMA Gibran.
Ia kemudian menjelaskan pentingnya meritokrasi dalam menentukan kualitas seorang pemimpin.
Source link
