News

Denny Indrayana Jawab Loyalis Jokowi: Jangan Rusak Kata Relawan karena Sudah Jadi Bayaran



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. Denny Indrayana, memberikan pernyataan tegas kepada Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan.

Pernyataan tersebut masih berkaitan dengan isu dan perdebatan panas mengenai sikap kritis sejumlah pihak terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan Denny bermula dari pertanyaan Andi Azwan kepada pihak-pihak yang terus menyoroti keluarga Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Denny melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya justru melontarkan sindiran keras kepada Andi Azwan.

Sebelum membahas soal motif, Denny mempertanyakan alasan Andi Azwan yang dinilainya terus membela keluarga Jokowi.

“Andi Azwan, jangan bicara motif di depan saya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, ‘Motif Anda apa?’” tulis Denny Indrayana, dikutip Selasa (25/8).

“Selalu memuja dan menghamba kepada Jokowi dan Gibran?” sambungnya.

Panggilan Hati Nurani

Denny menegaskan bahwa sikap kritis yang ditunjukkannya bersama sejumlah pihak terhadap keluarga Jokowi bukan didasari kepentingan tertentu.

Menurutnya, sikap tersebut dilakukan karena panggilan hati nurani.

“Kami yang bersuara kritis ini, hanya bermotif panggilan hati nurani,” tuturnya.

Denny juga mengungkapkan bahwa dalam perjuangan yang dijalaninya, tidak ada bayaran yang diterimanya.

Sebaliknya, ia mengaku menghadapi sejumlah risiko akibat sikap kritis tersebut. Salah satunya, kantor hukumnya berisiko kehilangan klien.

Selain itu, Denny menyebut dirinya juga menghadapi risiko kriminalisasi karena menyuarakan pendapat kritis terkait persoalan tersebut.

“Tidak ada satu sen pun bayaran, justru berisiko kantor hukum saya tidak mendapatkan klien,” paparnya.

“Berisiko dikriminalisasi, dilaporkan polisi, dikasuskan secara hukum,” sambungnya.

Meski demikian, Denny menegaskan siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul akibat sikapnya.

“Bismillah siap kami hadapi.”

Ia kemudian menutup pernyataannya dengan pesan agar istilah relawan tidak digunakan untuk menyebut pihak yang menurutnya memberikan dukungan karena bayaran.

“Jangan rusak kata RELAWAN, karena sudah jadi BAYARAN,” pungkasnya.

(Erfyansyah/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *