News

Teman Seangkatan Jokowi di UGM Ungkap Misteri Soal Ijazah hingga Skripsi Mesin Ketik



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Frono Jiwo, teman seangkatan Joko Widodo saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), angkat bicara mengenai polemik keaslian ijazah dan skripsi Presiden ke-7 RI tersebut.

Frono mengaku prihatin melihat informasi yang beredar di media sosial yang menuding ijazah maupun skripsi Jokowi bermasalah. Menurut dia, tudingan tersebut tidak sesuai dengan pengalaman yang ia lihat dan alami sendiri selama menjadi mahasiswa UGM.

Frono mengatakan dirinya dan Jokowi merupakan mahasiswa satu angkatan. Keduanya masuk Fakultas Kehutanan UGM pada 1980 dan menyelesaikan pendidikan pada 1985.

“Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” kata Frono dikutip pada Minggu (23/8/2026).

Kenangan Frono tentang Jokowi

Selama menjadi mahasiswa, Frono menggambarkan Jokowi sebagai sosok yang cenderung pendiam. Namun, karakter tersebut berubah ketika Jokowi berada di tengah teman-teman dekatnya.

Menurut Frono, Jokowi justru dikenal memiliki selera humor yang cukup tinggi. Ia kerap melontarkan candaan dalam percakapan sehari-hari sehingga membuat teman-temannya tertawa.

“Pak Jokowi orangnya pendiam, tapi kalau ngobrol selalu kocak, apa yang jadi pembicaraan selalu mengundang tawa,” ujarnya.

Frono juga membenarkan bahwa Jokowi ketika masih mahasiswa memiliki kegemaran mendaki gunung.

Menurutnya, sejumlah gunung di Jawa hingga Sumatera pernah didaki Jokowi. Namun, Frono mengatakan dirinya tidak terlalu sering mengikuti kegiatan tersebut dan tidak ingat pernah mendaki gunung bersama Jokowi.

“Pak Jokowi sering naik gunung, tapi saya jarang dan seingat saya, saya tidak pernah bareng naik gunung sama Pak Jokowi,” katanya.

Frono Sebut Ijazahnya Mirip dengan Jokowi

Frono kemudian berbicara mengenai dokumen ijazah yang kini menjadi bagian dari polemik panjang di ruang publik.

Ia mengatakan memiliki ijazah yang secara tampilan serupa dengan milik Jokowi. Menurut Frono, format dan elemen utama pada ijazah mereka sama.

Ia menyebut ijazah tersebut menggunakan jenis huruf yang sama serta memuat tanda tangan Rektor UGM Prof. T. Jacob dan Dekan Fakultas Kehutanan Prof. Soenardi Prawirohatmodjo.

Perbedaan yang ada, kata Frono, terletak pada nomor kelulusan yang tentu berbeda antara satu mahasiswa dan mahasiswa lainnya.

“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” ujarnya.

Kesaksian tersebut disampaikan Frono berdasarkan dokumen yang ia miliki dan pengalamannya sebagai mahasiswa pada periode yang sama.

Skripsi Masih Menggunakan Mesin Ketik

Selain ijazah, Frono turut menjelaskan kondisi pembuatan skripsi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM pada era 1980-an.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *