Anas Urbaningrum Tegaskan Tak Lagi Jadi Ketum dan Anggota Partai, Pensiun dari Politik?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politikus Anas Urbaningrum meluruskan informasi mengenai statusnya di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Namanya masih disebut sebagai Ketua Umum PKN dalam sejumlah pemberitaan media massa, padahal Anas mengaku sudah tidak lagi menduduki jabatan tersebut.
Anas menegaskan dirinya telah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum sekaligus anggota PKN sejak awal 2026. Keputusan itu, kata dia, diambil karena alasan pribadi dan membuatnya memilih untuk sementara waktu mengambil jeda dari aktivitas kepartaian.
“Dari beberapa pemberitaan, saya masih ditulis sebagai Ketua Umum PKN,” ujar Anas, dilansir pada Minggu (23/8/2026).
Karena itu, Anas merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kekeliruan dan simpang siur mengenai posisi politiknya saat ini.
“Perlu diinformasikan bagi yang belum mengetahui bahwa sejak awal tahun 2026, saya sudah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum dan anggota PKN,” katanya.
Menurut mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi. Ia memutuskan untuk tidak terlibat langsung dalam aktivitas partai untuk sementara waktu.
“Dengan alasan pribadi, saya memutuskan jeda berpartai,” ujarnya.
I Gede Pasek Suardika Kini Pimpin PKN
Selain menjelaskan status dirinya, Anas juga menyebut sosok yang kini memimpin PKN. Ia mengatakan posisi Ketua Umum PKN telah diemban oleh I Gede Pasek Suardika.
“Ketua Umum PKN adalah sahabat saya I Gede Pasek Suardika,” kata Anas.
Anas menyebut kepemimpinan Pasek telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Menurut dia, pengesahan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan pada 2 Maret 2026.
“(I Gede) sudah mendapatkan SK dari Kementerian Hukum RI pada tanggal 2 Maret 2026. Bli Pasek adalah sosok yang tepat memimpin PKN,” ujar Anas.
Dengan penjelasan tersebut, Anas menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki posisi struktural maupun status sebagai anggota di PKN.
Tetap Berpolitik di Luar Partai
Meski meninggalkan PKN, Anas mengatakan keputusan tersebut bukan berarti dirinya berhenti dari dunia politik.
Ia masih ingin berkontribusi dalam kehidupan politik, terutama melalui kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda.
“Apakah saya berhenti berpolitik? Tidak,” tegas Anas.
Anas mengatakan aktivitas politiknya kini lebih diarahkan pada upaya mendampingi anak-anak muda agar memiliki kesadaran dan kesiapan menjadi calon pemimpin pada masa mendatang.
“Saya tetap berpolitik, khususnya dalam hal ikut menemani anak-anak muda dalam membangun kesadaran sebagai calon-calon petugas masa depan,” katanya.
Source link
