News

Ungkapan Satire JS Khairen soal Karthula di Kalimantan: Ini Sih Mustahil Dibakar Ya?



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Novelis kondang, JS Khairen menyampaikan pernyataan satire terkait kebakaran hutan dan lahan (karthula) yang melanda Kalimantan.

Hal tersebut dia ungkapkan melalui akun Instagramnya @js_khairen. Dia mengunggah gambar satelit pulau Kalimantan, dimana titik apinya didominasi untuk wilayah Indonesia.

“Wah ini sih mustahil dibakar ya? Masa cuma di Indonesia yang banyak titik api? Wah ini sih sudah pasti terlalap api gak sengaja,” kata Khairen dikutip dari fajar.co.id, Sabtu (22/8/2026).

Dia juga menyinggung pihak perusahaan yang punya lahan konsesi sawit dan konsesi tambang di sekitar kawasan karthula.

“Mana mungkin ada yang punya perusahaan banyak, lalu sengaja membakarnya, demi biaya pembukaan lahan lebih murah? Mustahil lah ada yang begitu?” ucapnya.

Di sisi lain, Khairen mengungkit banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera. Saat itu beredar kabar bahwa bencana tersebut terjadi karena penebangan hutan secara liar.

“Sama toh seperti banjir dan longsor Sumatera tahun lalu kidsss? Pastilah itu 10 miliar persen karena bencana alam murni. Tidak mungkin karena ada penebangan hutan liar,” ungkapnya.

“Besok-besok hidup kalian memburuk, di kota atau desa manapun, itu sih sudah teramatlah sangat pastinya, kalau kalian yang salah. Urrraaaa!” sambung Khairesn.

Update Kemenhut

Dikutip dari website resmi Kemenhut, mereka mencatat penurunan jumlah titik panas atau hotspot secara nasional dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot turun dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026.

Data tersebut bersumber dari pemantauan Satelit Terra-Aqua NASA pada tingkat kepercayaan menengah dan tinggi (medium dan high confidence level), yang dihimpun hingga pukul 23.59 WIB setiap harinya. 

Dengan basis pemantauan yang sama, jumlah hotspot nasional berkurang sebanyak 1.220 titik atau sekitar 56,2 persen dalam satu hari.

Penurunan paling signifikan terpantau di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Barat, jumlah hotspot turun dari 784 titik pada 19 Agustus menjadi 82 titik pada 20 Agustus atau berkurang 702 titik. Di Kalimantan Tengah, jumlahnya turun dari 694 menjadi 22 titik atau berkurang 672 titik.

Penurunan juga terjadi di Kalimantan Selatan, dari 85 titik pada 19 Agustus menjadi 12 titik pada 20 Agustus atau berkurang 73 titik. Secara keseluruhan, jumlah hotspot di ketiga provinsi tersebut turun dari 1.563 menjadi 116 titik atau berkurang sekitar 92,6 persen dalam satu hari.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *