News

Prabowo Turunkan Pati TNI-Polri ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla 4 Provinsi



PORTALUTAMA.NET, KALIMANTAN — Presiden Prabowo Subianto menunjuk pejabat utama TNI dan Polri untuk memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 4 provinsi Kalimantan.

Instruksi itu disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, Sabtu (22/8/2026). Para pejabat diminta turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat menangani karhutla di 4 provinsi terdampak di Kalimantan,” ujar Teddy.

Pembagian Tugas Pati TNI-Polri

Penanganan di Kalimantan Barat dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Di Kalimantan Tengah, tugas diberikan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Untuk Kalimantan Selatan, Presiden menunjuk Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Asisten Operasi Kapolri Komjen Pol M. Fadil Imran.

Sementara di Kalimantan Timur, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi dan Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat ditugaskan turun ke lapangan.

“Pembagian tugas dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terpadu dan serentak,” kata Teddy.

Hari ini, Presiden Prabowo bersama sejumlah pejabat tinggi negara juga telah berada di Kalimantan untuk meninjau lokasi terdampak dan memimpin langsung upaya penanganan.

3.704 Hotspot Terdeteksi

Berdasarkan laporan BNPB, dalam 24 jam terakhir terdeteksi 3.704 titik hotspot karhutla di seluruh Kalimantan.

Rinciannya, 198 hotspot tingkat kepercayaan tinggi, 3.100 hotspot tingkat kepercayaan menengah, dan 406 hotspot tingkat kepercayaan rendah.

“198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, ini artinya ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” kata Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI Purn Asrianus Bulo.

Hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah didominasi di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara di wilayah selatan. Sementara di timur terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas.

Asrianus menyebut BNPB telah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). OMC sebelumnya dilakukan pada 11-18 Agustus dan akan kembali digelar memanfaatkan potensi hujan ringan 21-27 Agustus di wilayah timur Kalimantan Barat.

“BNPB mengandalkan potensi hujan dengan intensitas ringan pada 21-27 Agustus yang diprediksi terjadi di wilayah timur Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia juga melaporkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tidak hadir karena masih berada di Nusa Tenggara Timur untuk penanganan pascagempa. (elva/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *