News

Denny Indrayana Balas Sindiran Kader PSI soal Status Tersangka


PORTALUTAMA.NET – Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, akhirnya merespons tudingan bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus payment gateway.

Tudingan tersebut disampaikan sejumlah pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Denny menggelar sayembara terkait ijazah SMA/sederajat Gibran.

“Sebenarnya saya malas menanggapi serangan para Termul dan buzzer soal kasus payment gateway yang terus diulang-ulang. Setiap saya bersikap kritis, kasus lama itu diungkit dan dijadikan alat serang. Membuktikan bahwa mereka tidak punya cara lain membantah argumen saya,” kata Denny Indrayana, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Namun, menurut Denny, tudingan tersebut berpotensi merusak reputasi dan kehormatannya. Lebih dari itu, ia menilai serangan tersebut dapat mengurangi nilai advokasi publik yang selama ini diperjuangkannya.

Karena itu, Denny melampirkan dua Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) tertanggal 13 Maret dan 21 Agustus 2026.

“Keduanya menegaskan saya TIDAK MEMPUNYAI CATATAN ATAU KETERLIBATAN DALAM KEGIATAN KRIMINAL APAPUN,” jelasnya.

Denny juga memperingatkan pihak-pihak yang masih menyebarkan informasi bahwa dirinya terlibat kasus hukum agar berhati-hati karena dapat menghadapi konsekuensi hukum.

“Kasus saya adalah kriminalisasi, karena menolak pencalonan Budi Gunawan selaku Kapolri oleh Presiden Jokowi pada awal 2015. Saya, bersama-sama dengan Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Novel Baswedan, ketiganya dari KPK, ditersangkakan,” tandasnya.

Sebelumnya Disinggung Kader PSI

Sebelumnya, kader PSI Dedy Nur Palakka menyinggung status hukum Denny Indrayana.

Ia menyebut Denny seharusnya memiliki rasa malu karena masih berstatus tersangka.

“Anda yang harusnya punya rasa malu, karena status masih tersangka dan itu paten,” ujarnya.

Dedy juga mempertanyakan sayembara yang digelar Denny terkait dugaan ijazah Gibran yang disebutnya sebagai tuduhan politis.

“Kalau tuduhan Gibran Rakabuming Raka ijazahnya ghaib ini tuduhan politis dan sayembara yang sudah sampai hari ini nilai uangnya sudah tembus Rp1 miliar juga enggak ada yang tertarik. Ada apa?” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *