News

Andi Azwan Sebut Denny, Roy Suryo hingga Purnawirawan TNI ‘Satu Kolam’: Punya Peran Berbeda, Targetnya Keluarga Pak Jokowi



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, kembali merespons sayembara pembuktian ijazah SMA atau sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang digagas pakar hukum tata negara Prof Denny Indrayana.

Andi menduga sayembara tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan ijazah. Ia menilai terdapat motif politik di balik langkah Denny.

“Denny Indrayana ini mempunyai motif politik di belakang dia mengadakan sayembara ini,” ujar Andi kepada fajar.co.id, Kamis (20/8/2026).

Baginya, polemik mengenai ijazah Gibran merupakan bagian dari rangkaian gerakan yang melibatkan sejumlah kelompok yang selama ini kritis terhadap Presiden Joko Widodo, Gibran, maupun Presiden Prabowo Subianto.

Andi Sebut Ada Upaya Mendongkel Gibran

Andi menduga sejumlah pihak memiliki kepentingan politik untuk menjegal Gibran.

Ia menyebut terdapat kelompok aktivis dan purnawirawan yang menurutnya berupaya mendorong pemberhentian Gibran sebagai Wakil Presiden.

“Dengan perhitungan bahwa 2029 kalau kedua pasangan ini tetap berlanjut, itu mereka tidak mempunyai celah untuk menggolkan menjadikan kandidatnya itu sebagai presiden,” ucapnya.

Karena itu, Andi menganggap bahwa berbagai langkah yang dilakukan kelompok tersebut memiliki sasaran politik yang berbeda, meskipun menurutnya berada dalam satu lingkaran.

“Makanya apa yang dilakukan mereka ini walaupun mereka ini satu kolam tapi mempunyai tanggung jawab berbeda-beda,” tukasnya.

Sentil Roy Suryo hingga Kelompok Purnawirawan

Andi kemudian menyinggung sejumlah nama yang menurutnya memiliki fokus berbeda dalam polemik yang berkaitan dengan keluarga Jokowi.

Ia menyebut Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyasumma lebih berkonsentrasi pada persoalan ijazah Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, kelompok purnawirawan TNI disebutnya lebih banyak mendorong isu pemberhentian Gibran.

“Roy Suryo dan Dr. Tifa itu konsentrasinya adalah membahas mengenai ijazah asli Pak Jokowi yang dituduh palsu,” Andi menuturkan.

“Kemudian para jenderal-jenderal purnawirawan itu yang tergabung kelompok itu berusaha bagaimana memakzulkan Gibran dibantu dengan Subhan Palal dan Bonatua juga,” tambahnya.

Andi juga menyinggung sejumlah upaya hukum yang menurutnya telah dilakukan pihak-pihak yang mempersoalkan status maupun dokumen pendidikan Gibran.

Ia mengatakan beberapa perkara yang diajukan ke pengadilan disebut telah ditolak.

“Nah yang menarik buat kita apa yang dilakukan mereka di beberapa PN di ruang pengadilan itu banyak yang ditolak sampai saat ini,” jelasnya.

Andi kemudian menyebut munculnya pihak lain yang mengajukan gugatan terkait surat keterangan penyetaraan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *