Pengamat Ungkap Nasib Dinasti Jokowi Jika PSI Gagal ke Parlemen

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai Pemilu 2029 bakal menjadi momentum penting bagi keberlangsungan pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Selamat, salah satu kepentingan utama Jokowi adalah memastikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029.
Ia bahkan memprediksi Jokowi akan mengerahkan berbagai upaya politik untuk membantu PSI melewati ambang batas parlemen.
“Tentu saja Jokowi apa pun dia akan lakukan agar PSI, Partai Solidaritas Indonesia segera masuk di dalam parlemen,” kata Selamat dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (20/8/2026).
Selamat menilai keberhasilan PSI masuk DPR akan berkaitan erat dengan keberlanjutan pengaruh politik keluarga Jokowi.
Sebaliknya, apabila PSI kembali gagal memperoleh kursi di DPR, ia memperkirakan kekuatan politik dinasti Jokowi akan menghadapi persoalan serius.
“Karena kalau tidak, wassalam,” ujarnya.
Selamat menyebut Jokowi telah memiliki sejumlah modal untuk menghadapi pertarungan politik menuju Pemilu 2029. Salah satunya adalah sumber daya finansial yang dinilai menjadi bagian penting dalam kontestasi politik.
“Kalau soal dana, Jokowi banyak sekali dananya. Artinya, dalam perang politik itu kan butuh logistik,” katanya.
Ia kemudian menyebut Pemilu 2029 sebagai periode yang akan menentukan masa depan klan politik Jokowi.
“Jadi ini 2029, menurut saya penentuan bagi klan Jokowi. Jadi dari dinasti Jokowi itu akan ditentukan di 2029 ini,” tuturnya.
Menurut Selamat, keberhasilan PSI menembus parlemen dapat menjadi salah satu indikator apakah pengaruh politik Jokowi masih mampu bertahan setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Di sisi lain, Selamat menilai upaya membawa PSI ke parlemen tidak akan berlangsung mudah. Ia menyebut sejumlah partai politik berpotensi melihat kenaikan suara PSI sebagai ancaman terhadap basis dukungan mereka.
“Tentu saja banyak orang yang nggak nyaman kalau PSI itu muncul di parlemen. Ya, partai di bawah atau menengah itu kan tentu saja akan merasa digerogoti,” katanya.
Ia mencontohkan PDIP yang dinilainya memiliki irisan basis konstituen dengan PSI. Selain itu, ia juga menyebut NasDem dan Golkar sebagai partai yang perlu memperhitungkan potensi perubahan peta suara apabila PSI berhasil memperoleh kursi di DPR.
“Terutama seperti PDIP, basis konstituennya sama. Juga NasDem, apalagi Golkar yang pragmatis pendukungnya. Artinya, siapa yang memberi itu dipilih,” ujar Selamat.
Karena itu, ia memperkirakan partai-partai politik akan terus mengamati perkembangan PSI sekaligus langkah politik Jokowi menjelang 2029.
Source link
