News

Timah Jadi Tumpuan Hidup Warga Bangka Belitung, Yuri Kemal Fadlullah Minta PT Timah Beri Kepastian Penyerapan Hasil Tambang Masyarakat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Persoalan tata niaga timah di Bangka Belitung kembali mendapat perhatian setelah hubungan antara PT Timah Tbk dan masyarakat setempat sempat memanas hingga berujung pada aksi pembakaran kantor PT Timah di Belitung Timur beberapa waktu lalu.

Yuri Kemal Fadlullah, yang merupakan bagian dari masyarakat Bangka Belitung, menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat dari perspektif bisnis dan tata niaga. Menurutnya, timah telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat secara turun-temurun dan masih menjadi salah satu sumber penghidupan penting bagi warga di wilayah tersebut.

“Kita harus melihat kondisi riil masyarakat Bangka Belitung. Sampai hari ini masih banyak masyarakat yang menggantungkan penghidupannya dari sektor timah. Bukan hanya para penambang, tetapi juga keluarga mereka, pedagang kecil, pekerja harian, transportasi, serta berbagai kegiatan usaha lainnya yang perputaran ekonominya ikut bergantung pada sektor pertimahan,” ujar Yuri, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Yuri mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya mencari jalan keluar melalui mediasi dalam Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Menurutnya, kesepahaman yang dihasilkan dalam forum tersebut menjadi langkah penting bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor timah.

“Alhamdulillah, melalui Rapat Tingkat Menteri ini telah tercapai kesepahaman bahwa PT Timah dapat membeli timah dari masyarakat. Hal ini sangat penting karena menyangkut langsung keberlangsungan mata pencaharian dan roda perekonomian masyarakat Bangka Belitung,” kata Yuri.

Ia berharap kesepahaman tersebut tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi segera diwujudkan melalui langkah konkret. Kepastian mekanisme penjualan hasil timah, menurut Yuri, dibutuhkan masyarakat agar mereka dapat menjalankan aktivitas ekonominya melalui jalur yang sah, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Yuri juga menilai penyelesaian persoalan timah harus dilakukan secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Perencanaan yang matang, termasuk eksplorasi dan pemetaan potensi, diperlukan agar kegiatan pertambangan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, tentu semuanya harus kita tata dengan lebih baik. Dimulai dari eksplorasi dan perencanaan yang memadai, sehingga apabila diperlukan penyesuaian maupun penambahan RKAB, proses tersebut dapat ditempuh sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, kapasitas PT Timah untuk menyerap hasil timah masyarakat dapat semakin optimal,” ujar Yuri.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *