Amran Copot 14 Pejabat Kementan: Jangan Tukar Harga Diri dengan Uang!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 14 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) dari jabatannya. Mereka berasal dari sejumlah jenjang jabatan, mulai eselon I hingga eselon III.
Pencopotan tersebut dilakukan setelah muncul dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan persoalan keuangan dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Amran mengatakan 14 pejabat tersebut tidak langsung diberhentikan sebagai aparatur sipil negara. Mereka dinonaktifkan dari jabatan atau berstatus non-job untuk menjalani pemeriksaan internal.
“Hari ini 14 kami copot, nonjob, dan diperiksa. Jadi yang dicopot juga diperiksa tiga bulan. Kalau terbukti serahkan penegak hukum. Kalau tidak, kita ambil kembali,” kata Amran, dikutip Rabu (19/8/2026).
Pemeriksaan terhadap 14 pejabat tersebut dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementan. Amran memberikan batas waktu maksimal tiga bulan untuk menyelesaikan pemeriksaan.
Namun, ia meminta proses tersebut dapat dituntaskan lebih cepat apabila memungkinkan.
“Pelanggarannya, intinya hubungannya dengan uang dan ada miliaran nilainya. Saya beri waktu Irjen mengusut sampai paling lambat tiga bulan, kalau bisa satu bulan selesai,” ujarnya.
Amran menegaskan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Jika dugaan pelanggaran terbukti, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, pejabat yang dinonaktifkan berpeluang dikembalikan ke jabatannya.
Selain persoalan keuangan, Amran juga menyoroti potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan proyek di lingkungan Kementan.
Ia mengungkap adanya pejabat yang diduga melibatkan anggota keluarga dalam proses tender. Menurut Amran, posisi jabatan tidak boleh digunakan untuk memberikan keuntungan kepada keluarga maupun pihak tertentu.
“Ada juga keluarganya diikutkan tender. Kalau saya mau melakukan, saya punya power di sini, tapi itu tidak boleh,” kata Amran.
Ia mengaku telah memberikan batasan kepada keluarganya agar tidak mencampuri urusan pekerjaan di Kementan.
“Bahkan keluarga saya, saya larang bertamu ke sini. Seluruh kamu pertanggungjawabkan dunia akhirat. Bukan di dunia saja, kalau ada korupsi dilaporkan,” ujarnya.
Amran juga mengingatkan pejabat dan aparatur sipil negara di lingkungan Kementan agar tidak menggunakan jaringan pertemanan maupun keluarga untuk mendapatkan proyek.
Ia meminta setiap pejabat melaporkan kepadanya apabila mendapat tekanan atau permintaan terkait proyek.
“Jangan libatkan teman main proyek. Kalau ada yang tekan, lapor sama saya. Selesai. Sangat sederhana,” katanya.
Source link
