Usulan S1 Keguruan Dibubarkan, Calon Guru Cukup Lewat PPG

Calon guru dinilai cukup dari semua jurusan, asalkan mengikuti pelatihan profesi dan magang
PORTALUTAMA.NET — Wacana pemerintah untuk menghapus program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri terus menuai respons dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari praktisi pendidikan, Listyanti Dewi, yang mengusulkan langkah cukup kontroversial: membubarkan program S1 keguruan atau kependidikan.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua bidang harus dihapus. Menurutnya, beberapa program studi tetap perlu dipertahankan, seperti manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, psikologi pendidikan, filsafat pendidikan, pendidikan khusus (layanan khusus), serta pendidikan vokasi.
Semua Jurusan Bisa Jadi Guru
Listyanti berpendapat bahwa selama ini sistem pendidikan guru terlalu sempit. Ia menilai, pada dasarnya mahasiswa dari berbagai jurusan bisa menjadi guru, asalkan memenuhi syarat tertentu.
“Mahasiswa dari semua jurusan bisa jadi guru dengan syarat kuliah tambahan sekitar dua tahun, meliputi teacher training, magang, dan pendidikan profesi guru,” ujarnya melalui akun media sosialnya, dikutip Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, bidang studi S1 tetap harus linier dengan mata pelajaran yang akan diajarkan. Namun, hal itu bisa dikecualikan jika calon guru memiliki sertifikasi kompetensi yang sah.
Soroti Kompetensi Guru di Lapangan
Selain soal jalur pendidikan, Listyanti juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menangani berbagai persoalan di sekolah.
Ia menilai semua calon guru wajib dibekali kemampuan dasar dalam menangani anak berkebutuhan khusus, kasus perundungan (bullying) dan kekerasan seksual.
Termasuk, kata dia, kemampuan melakukan rujukan ke pihak profesional seperti psikolog atau aparat penegak hukum.
“Jumlah penerimaan pendidikan profesi juga harus disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan guru,” tambahnya.
Warganet Ikut Bereaksi
Wacana tersebut langsung memancing reaksi warganet. Salah satu pengguna media sosial, Pumbarino, justru melontarkan usulan berbeda.
Ia menyarankan agar sistem pendidikan perwira di militer dan kepolisian juga diubah.
“Bubarkan Akmil dan Akpol. Orang yang mau jadi perwira bisa lewat jalur perwira karier setelah S1 kejuruan yang sesuai, jadi lebih spesialis, bukan generalis,” tulisnya.
Pro-Kontra Makin Menguat
Wacana ini pun memicu perdebatan publik. Sebagian menilai usulan tersebut bisa meningkatkan kualitas guru karena berbasis keahlian bidang studi.
Namun, tidak sedikit pula yang khawatir penghapusan S1 keguruan justru akan melemahkan aspek pedagogi yang selama ini menjadi fondasi utama profesi guru.
Source link
