News

Karnaval Harmoni Nusantara di Tengah Bencana NTT Disesalkan, Pemerintah Dicap Tidak Peka



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Owner Get Beauty, Gregory Budiman, menyesalkan pelaksanaan Karnaval Harmoni Nusantara di tengah bencana gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gregory mempertanyakan konsistensi dan kepekaan pemerintah setelah Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta masyarakat tidak menggelar perayaan secara berlebihan karena kondisi rakyat yang masih menghadapi kesulitan.

Gregory Sentil Pernyataan Prabowo

Blak-blakan, Gregory mengingatkan kembali pernyataan Presiden Prabowo dalam sidang MPR pada 14 Agustus.

Diungkapkan Gregory, saat itu Prabowo meminta agar perayaan kemerdekaan tidak dilakukan secara berlebihan mengingat masih banyak rakyat yang sedang mengalami kesulitan.

“Tanggal 14 Agustus, Presiden Prabowo dalam sidang MPR meminta agar tidak ada perayaan berlebihan karena rakyat sedang susah,” ujar Gregory, dikutip fajar.co.id, Selasa (18/8/2026).

Sehari setelahnya, gempa dikabarkan melanda sejumlah wilayah di NTT dan menimbulkan korban.

Gregory kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan keputusan sejumlah daerah yang membatalkan agenda pesta rakyat sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Sejumlah daerah seperti Pemkab Tuban bahkan membatalkan seluruh agenda pesta rakyat sebagai bentuk solidaritas,” ucapnya.

Pertanyakan Karnaval Harmoni Nusantara

Gregory kemudian menaruh perhatiannya pada pelaksanaan Karnaval Harmoni Nusantara yang tetap digelar.

“Namun, tadi malam pemerintah justru menggelar Karnaval Harmoni Nusantara,” cetusnya.

Kata Gregory, persoalan yang dipermasalahkan bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya pemerintah menggelar acara perayaan.

Ia menilai yang lebih penting adalah konsistensi sikap serta kepekaan pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Bukan soal boleh atau tidak berpesta. Yang dipertanyakan adalah konsistensi dan kepekaan pemerintah,” tegasnya.

Minta Pemerintah Beri Teladan

Gregory menekankan bahwa jika masyarakat diminta menahan diri karena sedang menghadapi kesulitan, pemerintah seharusnya memberikan contoh yang sama.

“Jika rakyat diminta menahan diri karena sedang susah, seharusnya pemerintah juga memberi teladan,” jelasnya.

Menurutnya, empati seharusnya tidak berhenti pada pernyataan atau imbauan, tetapi juga terlihat melalui tindakan nyata.

“Empati seharusnya bukan hanya ucapan, tetapi juga tercermin dalam tindakan,” timpalnya

Dede Budhyarto Beri Pembelaan

Kritik tersebut kemudian ditanggapi Dede Budhyarto. Mantan Komisaris PT Pelni itu meminta Gregory melihat pelaksanaan Karnaval Harmoni Nusantara dalam konteks rangkaian resmi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *