Gibran Main Karet Saat Dialog dengan Warga, Ferdinand Hutahaean: Cenderung Menunjukkan Sedang Tertekan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Aksi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang terlihat memainkan karet gelang menggunakan kedua tangannya saat berdialog dengan warga di Kabupaten Bireuen, Aceh, menjadi perhatian di media sosial.
Momen tersebut kemudian dikomentari politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Gibran melakukan gerakan tersebut, tetapi mencoba melihatnya dari perspektif psikologi.
Ferdinand menduga kebiasaan memainkan benda tertentu dalam situasi tertentu dapat berkaitan dengan upaya seseorang menjaga fokus ataupun merespons kondisi emosional.
Ferdinand Pertanyakan Alasan Gibran Main Karet
Ferdinand mengaku heran melihat Gibran memainkan karet ketika sedang mendengarkan percakapan warga.
“Saya nggak ngerti entah apa maksudnya ini. Kalian ngerti nggak mengapa Gibran mainan karet saat mendengar rakyat berbicara?,” ujar Ferdinand dikutip fajar.co.id, Jumat (14/8/2026).
Ia kemudian mengaitkan perilaku tersebut dengan sejumlah kemungkinan kondisi psikologis, meski menegaskan dirinya tidak mengetahui keadaan Gibran secara langsung.
Menurut Ferdinand, seseorang terkadang melakukan gerakan tertentu dengan benda yang sedang dipegang ketika berada dalam situasi yang membutuhkan konsentrasi.
“Dalam teori psikologi, orang melakukan hal-hal seperti ini ada alasan memang,” ucapnya.
Ia menyebut beberapa kemungkinan, mulai dari mencari fokus hingga merespons rasa tidak nyaman.
“Bisa untuk mencari fokus atau bisa juga karena menjaga ketidakstabilan emosi atau grogi atau tidak nyaman atau tidak merasa perfect berada di tempat itu,” tukasnya.
Ferdinand juga membuka kemungkinan bahwa gerakan tersebut muncul ketika seseorang merasa tertekan karena tidak sepenuhnya memahami situasi yang sedang dihadapi.
“Atau merasa dia tertekan karena tidak memahami apa yang ada di tempat itu,” imbuhnya.
Bandingkan dengan Kebiasaan Main Pulpen
Meski memberikan sejumlah kemungkinan, Ferdinand menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui alasan sebenarnya Gibran memainkan karet gelang tersebut.
“Jadi saya tidak tahu persisnya mengapa Gibran melakukan itu. Tetapi saya menyampaikan tadi secara psikologi begitu,” tegasnya.
Ia menilai kebiasaan memainkan benda tertentu bukan sesuatu yang asing dalam situasi ketika seseorang sedang berusaha berkonsentrasi atau mengendalikan rasa gugup.
Ferdinand kemudian memberikan sejumlah contoh kebiasaan serupa yang kerap dilakukan orang ketika berada dalam kondisi tertentu.
“Ada orang mainin pulpen, putar-putar ketika ingin fokus, ada juga yang goyang-goyang kaki kayak sedang menjahit, tapi ada juga yang begini,” jelasnya.
Source link
