Prabowo Sampaikan Nota Keuangan Hari Ini, Ada Kenaikan Gaji ASN?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Presiden Prabowo Subainto menyampaikan nota kuangan hari ini di dalam Sidang Tahunan MPR. Berlangsung di gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ini jadi kedua kalinya Prabowo menyampaikan nota keuangan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Pertama kali pada 15 Agustus 2025.
Penyampaian nota keuangan ini dirangkaikan dengan Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.
Di pidatonya, Prabowo menegaskan APBN memiliki peran strategis dalam menjalankan amanat negara. Bukan hanya sebagai dokumen pengelolaan keuangan.
“APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN adalah alat perjuangan kita. APBN adalah instrumen untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkuat bangsa,” kata Prabowo.
Lebih jauh, dia menyebutnya sebagai alat mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
“Alat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dalam mencapai kehidupan yang lebih baik,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan, perjuangan para pahlawan untuk mendirikan negara Indonesia kini dilanjutkan dengan tanggung jawab bersama untuk memastikan negara mampu memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat.
“Jika dahulu para pahlawan berjuang agar bangsa Indonesia memiliki negara, hari ini tugas kita bersama adalah memastikan bahwa negara kita berhasil, negara kita dapat memberi peningkatan kualitas hidup bagi rakyat kita, negara kita hadir dalam kehidupan setiap rakyat kita,” ucap Prabowo
Fokus RAPBN 2027
Salah satu pertanyaan yang menyeruak di tengah penyampaian nota keuangan negara, yakni gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski begitu, Prabowo tak menyebut kemungkinan naikya secara gamblang.
“RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk delapan Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN,” ujar Presiden Prabowo.
Delapan PKPN tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.
Presiden menjelaskan bahwa delapan prioritas tersebut akan didukung oleh penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.
“Arsitektur RAPBN tahun 2027 didesain tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong ‘Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat’,” kata Presiden.
Belanja Negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026. Sementara itu, Pendapatan Negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun pada APBN 2026.
Source link
