Gubernur BI Baru Punya Tugas Berat, Bambang Brodjonegoro Soroti Cadangan Devisa, Rupiah, Suku Bunga hingga Pertumbuhan Ekonomi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pergantian Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian karena sosok yang nantinya memimpin bank sentral akan menghadapi sejumlah tantangan ekonomi, mulai dari menjaga stabilitas rupiah hingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dekan sekaligus CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro menilai ruang gerak Gubernur BI baru tidak akan lepas dari kondisi cadangan devisa Indonesia. Menurutnya, cadangan devisa yang terbatas membuat pilihan kebijakan untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terlalu banyak.
Hal tersebut disampaikan Bambang dalam podcast YouTube Hendri Satrio Official bersama pengamat politik Hendri Satrio. Ia menyebut cadangan devisa Indonesia saat ini berada pada kisaran setara lima setengah bulan kebutuhan impor.
“Ya, intinya seorang Gubernur BI, Gubernur Bank Indonesia ya dalam hal ini, yang cadangan devisanya tidak besar-besar benar, ya, karena sekarang mungkin setara lima setengah bulan kebutuhan impor, maka memang tidak banyak opsi yang bisa dilakukan,” kata Bambang.
Mantan Menteri Keuangan serta Menteri PPN/Kepala Bappenas itu mengatakan, kondisi tersebut membuat BI perlu menggunakan kombinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah. Selain intervensi di pasar, pengendalian inflasi dan kebijakan suku bunga juga menjadi instrumen penting yang dapat digunakan bank sentral.
“Indonesia itu bisa lebih baik dari yang sekarang, gitu ya. Artinya kondisi rupiahnya harusnya bisa lebih menguat, selalu memperhatikan inflasi setiap bulan, jaga stabilitas melalui intervensi, melalui kenaikan tingkat bunga, dan seterusnya. Nah, sekali ditambah dengan ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Bambang.
Bambang menilai tugas Gubernur BI tidak berhenti pada menjaga stabilitas moneter. Bank sentral juga memiliki peran dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, ia menilai pergantian Gubernur BI tidak akan secara otomatis mengganggu operasional maupun pengambilan kebijakan bank sentral. Hal ini karena keputusan penting di BI dilakukan melalui Dewan Gubernur atau Board of Governors.
“Kebetulan kalau kita lihat skema atau sistem dari pimpinan atau manajemen di Bank Indonesia, sebenarnya yang menentukan itu adalah Board of Governors, Dewan Gubernur, yang terdiri dari gubernur, deputi senior, dan sekarang berapa ya, empat atau lima deputi, deputi gubernur, gitu,” kata Bambang.
Ia menjelaskan, masing-masing anggota Dewan Gubernur memiliki pembagian tugas. Keputusan mengenai suku bunga maupun intervensi di pasar keuangan tidak ditentukan oleh gubernur seorang diri.
Source link
