Jokowi Pernah Tolak 21 Gelar Doktor Honoris Causa, Palti Hutabarat Lempar Dugaan Baru soal Polemik Ijazah

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Aktivis sosial Palti Hutabarat menyoroti pengakuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menyatakan menolak puluhan gelar Doktor Honoris Causa (HC). Menurut Palti, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah polemik mengenai ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Palti mengaitkan isu tersebut dengan perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijazah Jokowi yang kini bergulir di pengadilan dan melibatkan Roy Suryo serta Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa sebagai terdakwa.
Menurutnya, apabila kampus-kampus yang disebut hendak memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Jokowi benar-benar melakukannya, perguruan tinggi tersebut berpotensi ikut menjadi sorotan di tengah polemik yang berkembang.
“Ga kebayang sih kampus-kampus itu harus terseret kasus ijazah Jokowi,” ujar Palti, dikutip fajar.co.id, Selasa (4/8/2026).
Palti kemudian mengaitkan hal itu dengan pengakuan Jokowi yang pernah menyebut menolak 21 gelar Doktor Honoris Causa.
“Jokowi pernah bercerita menolak 21 gelar Doktor Honoris Causa, ternyata karena ijazahnya ga jelas,” lanjutnya.
Selain itu, Palti juga menyinggung sejumlah gelar adat yang diterima Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Menurutnya, gelar adat tidak berkaitan dengan persoalan akademik maupun ijazah.
“Akhirnya memilih jalan jadi raja-raja yang tidak mempersoalkan ijazah,” ucapnya.
Ia kembali menegaskan pandangannya bahwa apabila gelar Doktor Honoris Causa tersebut diterima, kampus pemberi gelar berpotensi ikut menjadi sorotan.
“Ga kebayang seandainya cerita doktor Honoris Causa itu dia terima, berapa Universitas harus menanggung malu,” kuncinya.
Chusnul Chotimah Soroti Klarifikasi Raja Malaka
Dalam perkembangan lain, pegiat media sosial Chusnul Chotimah juga menanggapi klarifikasi Raja Liurai Malaka ke-15, Kerajaan Malaka Wehali, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dominicus Kloit Teiseran, terkait polemik pemberitaan gelar adat kepada Jokowi.
Menurut Chusnul, penjelasan Dominicus memunculkan pertanyaan baru mengenai proses pertemuan para raja dengan Jokowi saat kunjungannya ke NTT.
“Drama Jokowi terbongkar. Ternyata Jokowi yang undang para raja, lalu para raja disuruh tanda tangan untuk mengundang Jokowi datang ke NTT,” ujar Chusnul.
Ia mempertanyakan tujuan mekanisme tersebut dan menilai publik berhak memperoleh penjelasan.
“Ini maksudnya apa ya? Apakah untuk menipu rakyat seakan-akan dia datang diundang bukan safari politik?,” tukasnya.
Chusnul juga menyoroti narasi yang berkembang mengenai penyebutan Jokowi sebagai “Raja Timor”. Menurutnya, apabila kegiatan tersebut bukan prosesi pemberian gelar raja, narasi tersebut seharusnya segera diluruskan.
Source link
