Rizal Fadillah Semprot ‘Sapi Kurban Prabowo’: Pakai APBN Kok Klaim Pribadi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemerhati politik dan kebangsaan, Rizal Fadillah, melontarkan kritik keras terhadap program penyaluran 1.098 ekor sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto yang diketahui menggunakan anggaran negara.
Rizal mengatakan, penyematan nama pribadi dalam program yang dibiayai APBN berpotensi menimbulkan persoalan etik hingga politik.
Blak-blakan, Rizal terlebih dahulu menyinggung makna historis dan spiritual ibadah kurban dalam ajaran Islam.
“Historis qurban adalah perintah kepada kedua putra Nabi Adam As, Qabil dan Habil,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Rabu 27 Mei 2026.
Dijelaskan Rizal, kurban Habil diterima karena dilakukan dengan penuh ketakwaan dan keikhlasan, sementara kurban Qabil ditolak.
“Kurban itu kegiatan ibadah untuk mendekatkan diri kehadirat Allah SWT,” tukasnya.
Ia juga menyinggung kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang disebut menjalankan kurban bukan untuk kepentingan duniawi maupun politik.
“Ibrahim As dan keluarga Adam As berkurban bukan untuk kepentingan duniawi apalagi atraksi politik,” lanjutnya.
Penggunaan APBN untuk Sapi Kurban
Rizal kemudian membandingkan makna kurban tersebut dengan program sapi kurban Presiden yang belakangan menjadi sorotan publik.
“Berbeda dengan ‘Kurban Prabowo’ sejumlah 1.098 ekor sapi kemarin ternyata diketahui itu bukan dana pribadi tetapi APBN,” katanya.
Ia menyebut informasi itu diperoleh dari penjelasan pihak pemerintah dan elite Partai Gerindra.
“Menurut Jubir Partai Gerindra itu dana Bantuan Kemasyarakatan,” tambahnya.
Rizal bahkan mempertanyakan posisi Menteri Keuangan terkait anggaran tersebut.
“Menteri Keuangan Purbaya sendiri menyatakan tidak tahu menahu. Jadi ini kurban dana yang perlu klarifikasi,” bebernya.
Tegaskan Bukan Kurban Pribadi
Menurut Rizal, jika pengadaan sapi menggunakan APBN, maka program tersebut seharusnya tidak diklaim sebagai kurban pribadi Presiden.
“Dengan kata lain itu bukan hewan kurban tetapi hewan bantuan dana APBN,” cetusnya.
“Yang masuk surga bukan Prabowo atau Prasetyo tetapi APBN,” sambung dia.
Rizal juga mengingatkan bahwa ibadah kurban bersifat individual, bukan institusional negara.
“Yang tidak boleh adalah jika beli sapi dana APBN tetapi klaim bahwa itu kurban Prabowo. Menipu sesama dan menipu Allah,” tegasnya.
Tidak berhenti di situ, Rizal juga menilai angka 1.098 sapi kurban bisa saja memiliki muatan simbolik politik.
“1098 angka ‘mistik’ yakni tahun 2029 no 8 lagi. 8 diakui sebagai nomor keberuntungannya,” sesalnya.
Rizal juga menyinggung masa lalu Prabowo pada 1998.
Source link
