News

Saksi Ceritakan Detik-detik Kebakaran Indekos di Makassar, Nekat Terobos Kobaran Api Hendak Selamatkan 2 Lansia



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kebakaran yang melanda sebuah indekos dan salon pangkas rambut di Jalan Tanjung Alang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Kamis (23/7/2026) sekitar waktu Magrib, menyisakan cerita dramatis dari salah seorang saksi, Aidil Muslim Muhammad (27).

Aidil mengaku sempat menerobos kobaran api demi menyelamatkan dua orang lansia yang masih berada di dalam bangunan.

Meski kobaran api sudah membesar, ia memilih mengambil risiko karena menganggap kedua korban seperti orang tuanya sendiri.

Kebakaran Diawali Suara Kaca Pecah

Aidil menceritakan, sesaat sebelum api membesar, dirinya mendengar suara kaca pecah dari dalam bangunan.

“Tadi saya sudah keluar, tapi sebelum keluar ada bunyi kaca. Plak! Sudah itu keluar terbakar. Berteriak istriku,” ujar Aidil saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan sang istri sempat kembali masuk karena melihat sebuah kursi telah terbakar.

“Kemudian masuk istriku karena kursi ternyata terbakar. Pas keluar semua saya angkat motor,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai sumber api, Aidil menyampaikan dugaan yang ia ketahui. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

“Ini ada yang bakar lilin merah. Saya sudah bilang jangan musyrik di sini, sudah teguran minggu lalu,” tukasnya.

Menurut kesaksiannya, lilin tersebut berada di area dekat pintu masuk.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana api mulai membesar.

“Saya tidak tahu persis bagaimana terbakarnya,” jelasnya.

Nekat Masuk Selamatkan Dua Lansia

Di tengah kepanikan, Aidil mengaku baru teringat masih ada dua orang lanjut usia yang berada di dalam rumah.

“Saat saya amankan motor, baru saya ingat ternyata ada nenek-nenek dua (dalam rumah),” terangnya.

Meski sempat dilarang warga karena kondisi api yang semakin besar, Aidil tetap memutuskan masuk.

“Waktu saya masuk ada dua, saya mau masuk. Tapi ada yang larangka bilang jangan masuk nanti terbakar,” bebernya.

Namun, ia tetap bersikeras, “Saya bilang tidak, ada dua orang tuaku di dalam.”

Aidil menggambarkan kobaran api sudah mengepung dari berbagai sisi ketika dirinya masuk ke dalam bangunan.

“Jadi saya masuk, api merembek kiri kanan, saya tarik satu bilang ayomi, bilangi panaski nak, panaski,” imbuhnya.

Ia terus berupaya mengajak korban keluar meski situasi semakin berbahaya.

“Saya bilang ayomi, saya pelukki semua keluar. Tidak ada, sampai di tengah itu api, langsung saya dorong, kudobrak semua,” Aidil menuturkan.

Delapan Orang Berada di Dalam Kos

Aidil menyebut saat kejadian terdapat delapan orang yang berada di dalam indekos.

Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi kedua korban yang terjebak.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *