News

Dokter Tifa Sebut Jokowi Baru Mengaku Lulusan UGM pada 2017 di Persidangan, UGM Tegaskan Jokowi Lulus Fakultas Kehutanan Tahun 1985



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa kembali diwarnai pernyataan terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026), Dokter Tifa menyinggung perjalanan politik Jokowi yang telah menjadi pejabat publik sejak 2005, mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI dua periode.

“Seseorang bernama Joko Widodo itu sudah menjadi pejabat publik sejak tahun 2005 ketika menjadi wali kota dua kali, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, kemudian menjadi presiden dua kali,” kata Dokter Tifa di persidangan.

Menurut Tifa, selama menjadi pejabat publik, Jokowi tidak pernah secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat bahwa dirinya merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengklaim pengakuan tersebut baru muncul pada 2017 ketika Jokowi menjabat sebagai Presiden RI.

“Nah apakah Anda ingat kapan pertama kalinya Joko Widodo itu mengaku bahwa dia lulusan dari UGM? Itu tahun 2017. Jadi pada waktu beliau itu menjadi wali kota tidak pernah ada satu katapun yang menyatakan beliau adalah lulusan UGM,” ujarnya.

Dokter Tifa kemudian mengaitkan pernyataan tersebut dengan polemik yang muncul setelah Bambang Tri Mulyono melontarkan tudingan mengenai ijazah Jokowi. Ia mengaku mengetahui perkembangan tersebut usai menghadiri reuni UGM.

“Baru pertama kali kita tahu dari acara reuni tahun 2017 UGM itu ketika seorang bernama Bambang Tri yang membuka kunci kotak pandora itu dihukum 5,5 tahun di tahun 2016,” ucapnya.

Selain itu, Dokter Tifa juga menyoroti absennya Jokowi dalam sejumlah kegiatan alumni UGM. Menurutnya, kampus tersebut selama ini rutin mengundang para alumninya yang menjadi tokoh nasional maupun pejabat publik.

“Karena kampus UGM kampus saya itu sangat bangga dengan lulusan-lulusannya yang berhasil atau dianggap berhasil, apalagi ini pejabat publik, apalagi ini adalah wali kota, gubernur apalagi bahkan presiden. Tapi UGM sama sekali tidak pernah mengundang secara formil secara resmi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dalam peringatan Dies Natalis UGM, banyak alumni yang hadir setiap tahun. Namun, menurut pengakuannya, ia tidak pernah melihat Jokowi menghadiri agenda tersebut.

“Contoh seperti Pak Ganjar Pranowo selalu hadir setiap tahun, Anies Baswedan selalu hadir setiap tahun begitu juga dengan saya dan Mas Roy, Pak Mahfud MD. Tapi tidak pernah kami melihat Joko Widodo ikut satu kali pun dalam acara dies natalis tersebut,” ujarnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *