Roy Suryo Sudah Pamer Ijazah Terang-terangan, Taufik Bilfaqih Belum Puas, Minta UNJ Klarifikasi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik mengenai ijazah doktor milik Roy Suryo masih terus bergulir. Meski mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu telah memperlihatkan ijazah S3 dengan terang-terangan di hadapan awak media, Podcaster sekaligus penulis Taufik Bilfaqih menganggap penjelasan tersebut belum cukup mengakhiri perdebatan.
Taufik menegaskan, klarifikasi resmi seharusnya disampaikan langsung oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), bukan melalui Roy Suryo.
Ia juga mengaku menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal usai mencermati penjelasan yang disampaikan mantan politikus tersebut.
Minta UNJ yang Memberikan Klarifikasi Resmi
Taufik mengatakan pihaknya akan terus meminta pertanggungjawaban dari UNJ agar memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
Baginya, penjelasan mengenai keabsahan ijazah tidak semestinya hanya disampaikan oleh pemilik dokumen.
“Kita akan tetap meminta pertanggung jawaban dari UNJ untuk membuat klarifikasi resmi. Tidak boleh lewat yang bersangkutan (Roy Suryo),” ujar Taufik dikutip fajar.co.id, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan, sejak awal dirinya tidak pernah secara spesifik menyatakan ijazah Roy Suryo palsu.
“Tidak pernah kemudian bicara soal ijasahnya palsu dan lain-lain sebagainya,” ucapnya.
Taufik mengungkapkan, sejumlah pertanyaan justru muncul setelah Roy Suryo memperlihatkan ijazah S3 miliknya dalam konferensi pers.
Kata dia, ada beberapa keterangan yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut.
“Ini buntut juga dari konferensi pers beliau kemarin yang banyak kejanggalan,” tukasnya.
Ia menyebut berbagai temuan bermunculan setelah publik melihat dokumen tersebut.
“Itu banyak temuan-temuan setelah dia memperlihatkan ijasahnya gitu kan,” jelasnya.
Salah satu yang menjadi perhatian Taufik berkaitan dengan penjelasan Roy Suryo mengenai proses wisuda dan ujian.
“Apalagi dia mengatakan kalau nggak salah dia mendapatkan, dia wisuda. Tapi setelah wisudanya tanggal ujiannya itu berbeda gitu. Ini yang menurutku agak-agak menarik gitu,” imbuhnya.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan dalam penyampaian.
“Walaupun mungkin itu ada slip of tongue atau gimana. Tapi itulah pentingnya kemudian berhati-hati dalam berbicara,” bebernya.
Siap Telusuri Hingga ke Kementerian
Taufik menegaskan, jika UNJ tidak memberikan penjelasan resmi, pihaknya akan melanjutkan penelusuran ke instansi lain yang berwenang.
Ia memastikan langkah tersebut tidak akan berhenti hanya di lingkungan kampus.
“Tapi bagi saya, Bang Andi dan teman-teman sekalian, intinya kita akan tetap meminta pertanggungjawaban dari UNJ untuk membuat klarifikasi resmi. Tidak boleh lewat yang bersangkutan, apalagi tidak mau tahu tentang masalah hukum,” Taufik menuturkan.
Source link
