Bantuan Militer AS ke Israel Mulai Digoyang dari Dalam, Imam Shamsi Ali: Angin Perubahan Itu Nyata

PORTALUTAMA.NET, NEW YORK — Lanskap politik di Washington DC dilaporkan mulai mengalami pergeseran bersejarah (historic shifting) terkait dukungan tanpa syarat kepada Israel.
Suara-suara kritis yang dahulu dianggap tabu kini mulai menggema lantang di jantung Kongres Amerika Serikat. Fenomena ini mendapat perhatian serius dari tokoh Muslim AS yang juga Diaspora Indonesia di New York, Imam Shamsi Ali.
Menurut Imam Shamsi Ali, dinamika politik domestik AS saat ini menunjukkan sinyalemen kuat bahwa perdebatan mengenai Israel tidak lagi menjadi hal yang sakral atau kebal hukum di ruang publik.
“Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. Namun satu hal yang jelas, diskusi yang dulu mustahil kini menjadi nyata. Sejarah membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk bersuara. InsyaAllah, perubahan itu nyata,” ujar Imam Shamsi Ali melalui keterangan tertulisnya kepada fajar.co.id, Jumat (17/7/2026).
Pilar Bantuan Militer dan Keterlibatan AS
Berdasarkan data yang dihimpun, hubungan AS dan Israel yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade disokong oleh bantuan militer masif yang mengalir tanpa jeda. Melalui Nota Kesepahaman (MOU) periode 2019–2028, AS berkomitmen menggelontorkan bantuan sebesar $3,8 miliar per tahun.
Rincian bantuan tahunan tersebut meliputi $3,3 miliar dalam bentuk hibah Foreign Military Financing (FMF). $500 juta untuk program kerja sama pertahanan rudal, termasuk sistem Iron Dome.
Imam Shamsi Ali menegaskan bahwa seluruh dana tersebut kini murni dialokasikan untuk sektor pertahanan, setelah bantuan ekonomi dihentikan total sejak tahun 2007.
“Ini menjadi fakta yang semakin menguatkan keterlibatan Amerika dalam kekerasan militer dan genosida di Palestina, khususnya dalam dua tahun terakhir,” tuturnya.
Selain itu, ia menyoroti motif ekonomi di balik hibah ini. Sekitar 74-75% dana FMF wajib dibelanjakan untuk peralatan, jasa, dan pelatihan dari perusahaan pertahanan AS.
“Artinya, Amerika juga mengail keuntungan komersial di balik hibah yang mereka berikan,” tambahnya.
Sementara itu, kuota 25% dana yang sempat dibolehkan untuk industri pertahanan domestik Israel akan dihapus bertahap hingga menjadi 0% pada tahun anggaran 2028.
Tren yang Terus Meningkat dan Suntikan Dana Tambahan
Secara historis, total bantuan AS ke Israel sejak tahun 1951 telah menembus angka $174 miliar (atau sekitar $298 miliar jika disesuaikan dengan nilai inflasi saat ini). Tren bantuan ini terus merangkak naik; dari MOU 2009–2018 yang sebesar $3,1 miliar per tahun, melonjak menjadi $3,8 miliar per tahun pada periode berjalan.
Angka $3,8 miliar tersebut barulah bantuan reguler. Pasca-peristiwa 7 Oktober 2023, Kongres AS kerap meloloskan paket tambahan dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan pada anggaran tahun 2024, suntikan dana dari Washington sempat menutupi lebih dari sepertiga total anggaran pertahanan Israel.
Source link
