Anggaran Perpusnas Disunat Rp132 M, tapi Prabowo Dicitrakan Peduli Literasi, Iman Zanatul: Sampai Kapan Kita Alami Paradoks

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menjadi sorotan. Kebijakan itu dinilai bertolak belakang dengan gembar-gembor citra Presiden Prabowo Subianto yang disebut peduli terhadap literasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri. Menurutnya, terdapat paradoks antara pemangkasan anggaran Perpusnas sebesar Rp132 miliar dengan upaya membangun citra Prabowo sebagai sosok yang peduli pada literasi.
“Saya tidak paham lagi, sampai kapan kita mengalami paradoks,” kata Iman, dikutip dari unggahannya di X, Jumat (17/7/2026).
Menurut Iman, pemangkasan anggaran tersebut telah berdampak signifikan terhadap upaya peningkatan literasi di Indonesia, terutama di daerah.
“Pada satu sisi, Perpustakaan Nasional kita dikurangi anggarannya Rp132 miliar yang berdampak pada perpustakaan di seluruh daerah dan desa-desa,” ucapnya.
Di sisi lain, ia menilai muncul narasi yang membangun citra Prabowo sebagai sosok yang peduli terhadap literasi. Salah satunya melalui unggahan Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan.
“Pada sisi lain, pejabat kita memuji-muji toko buku asing yang disebut ‘oase bagi presiden’. Gap ini terlalu lebar,” ujarnya.
Iman merujuk pada unggahan Dirgayuza pada 9 Juli 2026 yang memperlihatkan Prabowo mengunjungi toko buku berbahasa Inggris terbesar di Indonesia.
“Oase itu bernama @periplus.bookstore, jaringan toko buku bahasa Inggris terbesar di Indonesia saat ini. Juga importir buku bahasa Inggris terbesar untuk keperluan perpustakaan sekolah-sekolah dengan bahasa pengantar utama bahasa Inggris,” tulis Dirgayuza di Instagram.
Menurut Dirgayuza, kunjungan Prabowo ke toko buku tersebut merupakan sebuah oase.
“Terima kasih Periplus sudah menjadi oase untuk Presiden @Prabowo, saya, dan banyak rakyat Indonesia untuk mencari, membaca, dan membeli buku-buku berbahasa asing berkualitas,” tulisnya.
Pemangkasan Anggaran Perpusnas
Pemangkasan anggaran ini sebelumnya juga dikeluhkan Kepala Perpusnas, Aminuddin Aziz. Ia mengatakan banyak program tidak dapat berjalan akibat pengurangan anggaran tersebut.
“Bahwa betul dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi itu menjadi terganggu,” kata Aminuddin dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (16/7).
Ia mencontohkan salah satu program yang terdampak, yakni bantuan buku.
“Misalnya tadi disampaikan juga oleh Pak Andi, kemudian Ibu Lydia, terkait dengan bantuan buku misalnya,” ucapnya.
Menurut Aminuddin, program penyebaran buku tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Karena itu, ia menyayangkan program tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Source link
