News

Uni Eropa Kucurkan €883,6 Juta untuk Pemulihan Awal Gaza Lewat Team Gaza Initiative



PORTALUTAMA.NET, BRUSSELS – Komisi Eropa menggelar pertemuan kedua Kelompok Donor Palestina di Brussels, Senin (14/7). Dalam pertemuan itu, Uni Eropa meluncurkan Team Gaza Initiative dengan pendanaan terkoordinasi senilai 883,6 juta euro atau sekitar Rp16,9 triliun / US$1,03 miliar untuk mendukung pemulihan awal Gaza.

Dana tersebut akan difokuskan pada sektor-sektor vital, meliputi air dan sanitasi, pembersihan puing, pengelolaan limbah, kesehatan, energi, pertanian, hingga sistem pangan.

Inisiatif ini didukung oleh Komisi Eropa, Bank Investasi Eropa, Bank Dunia, serta 13 negara donor. Di antaranya Spanyol, Denmark, Inggris, Jerman, Norwegia, Finlandia, Italia, Belanda, Prancis, Jepang, Swiss, Swedia, dan Belgia.

Australia dan Kanada juga menyatakan minat untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.

Tambahan Dana Lewat Mekanisme PEGASE

Selain Team Gaza Initiative, pertemuan itu juga menghasilkan komitmen pendanaan baru melalui mekanisme PEGASE Uni Eropa. Negara-negara anggota menandatangani perjanjian kontribusi tambahan senilai 41,7 juta euro atau sekitar US$48,7 juta.

Angka itu melengkapi komitmen Komisi Eropa sebelumnya sebesar 310 juta euro atau sekitar US$362,3 juta melalui PEGASE untuk periode 2026-2027.

Komisi Eropa menyatakan Team Gaza Initiative bertujuan mengoordinasikan dukungan internasional untuk memulihkan layanan dasar dan infrastruktur di Gaza. Program ini juga disebut melengkapi upaya global bagi pemulihan wilayah Palestina yang hancur akibat agresi Israel.

Dalam kesempatan yang sama, Komisi Eropa juga menyoroti kemajuan yang dicapai Otoritas Palestina.

Kemajuan itu mencakup reformasi di bidang tata kelola, fiskal, administrasi publik, perlindungan sosial, pendidikan, hingga infrastruktur sesuai agenda reformasi yang dijalankan.

Kondisi Jalur Gaza

Sementara itu, Israel dilaporkan terus memperluas kontrol militernya di Jalur Gaza melalui ekspansi “Yellow Line” di kawasan timur Gaza, termasuk lingkungan Al-Shuja’iya di Gaza City hingga wilayah Al-Mawasi, Rafah.

Berdasarkan dokumentasi lapangan Pusat Hak Asasi Manusia Gaza, pasukan Israel memindahkan blok-blok beton pembatas, mengerahkan tank dan buldoser militer, meratakan lahan pertanian, serta melepaskan tembakan secara berkala ke arah tenda-tenda pengungsi Palestina.

Menurut organisasi tersebut, tindakan tersebut bukan sekadar operasi militer, melainkan bagian dari kebijakan sistematis untuk menciptakan kondisi yang memaksa warga Palestina meninggalkan tempat tinggal mereka.

Situasi ini bertepatan dengan rencana pendirian pusat-pusat penampungan kemanusiaan di Rafah yang dikhawatirkan akan digunakan untuk mengonsentrasikan penduduk di wilayah tertentu di bawah kendali militer penjajah Israel.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *