News

Antrean Akibat Solar Langka di Sumatera Makan Korban, Satu Sopir Meninggal Dunia



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar menyebabkan antrean panjang di sejumlah daerah di Sumatera Selatan. Di Banyuasin, satu orang meninggal saat antre.

Video yang diterima fajar.co.id, nampak sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah daerah di Sumatera padat antrean.

Banyak pengendara antre, mulai dari roda dua, roda empat, truk, hingga bus. Mengular hingga ke jalan raya.

Soal kematian seorang sopir, itu dikonfirmasi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) Kurnia Lesani Adnan. Dia bilang kejadiannya pada 6 Juli 2026.

Pria yang karib disapa Sani itu mengatakan meninggal dunia memang takdir.

“Tapi meninggal dunia saat mengantre BBM di SPBU yang bisa dipastikan karena kelelahan tidak semestinya terjadi,” kata Sani dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Sani khawatir dampaknya terus berlanjut. Antre berjam-jam bisa menyebakan kelelahan, dikhawatirkan menjadi penyebab kecelakaan.

“Ini bisa dijadikan alasan oknum saat kecelakaan, kelelahan karena antre BBM berjam-jam bahkan semalaman menyebakan kurang istirahat,” terangnya.

Di sisi lain, antrean juga berdampak pada pendapatan para sopir. Imbas jadwal kedatangan dan berangkat busa yang terganggu.

Sani juga menyoroti stakeholder terkait, dalam hal ini Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas.

“Akar permasalahan sudah jelas, BPH Migas tidak mampu menegakkan regulasi yang dibikin,” pungkasnya.

Diketahui, sopir yang meninggal merupakan sopir truk berusia 50 tahun. Dia ditemukan meninggal diduga kelelahan di balik kemudi di sekitar jalur Lintar Timur Palembang-Jambi saat mengatre solar.

Selain di Sumatera Selatan, kelangkaan solar juga terjadi di wilayah lain. Seperti di daerah Medan, Sumatera Utara.
(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *