Musywil XXV IPM Sulsel Lahirkan Nahkoda Baru, Fahrul Dason Ambil Alih Kepemimpinan

PORTALUTAMA.NET, PINRANG — Musyawarah Wilayah (Musywil) XXV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan menetapkan Fahrul Dason sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah yang baru.
Terpilih dalam forum yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Pinrang, Minggu (12/7/2026), pemuda asal Kota Parepare itu langsung menyampaikan arah kepemimpinannya untuk periode mendatang.
Fahrul menegaskan, fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat kaderisasi sekaligus membangun konsolidasi yang lebih solid, baik di internal IPM maupun dengan seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah.
Fahrul Dason Prioritaskan Kolaborasi dan Kaderisasi
Fahrul mengatakan kemajuan IPM Sulawesi Selatan tidak dapat dicapai hanya mengandalkan struktur organisasi di tingkat wilayah.
Baginya, diperlukan sinergi yang kuat dengan seluruh elemen Muhammadiyah agar program organisasi mampu memberikan dampak yang lebih luas.
“Ikhtiar membangun IPM yang lebih berdampak hanya akan terwujud jika seluruh komponen persyarikatan Muhammadiyah saling menopang. IPM siap untuk fokus pada proses kaderisasi,” ujar Fahrul kepada fajar.co.id, Minggu siang.
Selain memperkuat hubungan dengan Persyarikatan Muhammadiyah, ia juga berkomitmen memperkokoh organisasi hingga ke tingkat daerah.
Target Rangkul 23 Pimpinan Daerah IPM
Di bawah kepemimpinannya, jebolan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh ini ingin memastikan seluruh Pimpinan Daerah (PD) IPM di 23 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dapat bergerak secara selaras.
Kata dia, penguatan struktur di tingkat akar rumput menjadi kunci agar setiap kebijakan yang lahir di tingkat wilayah dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang dirasakan langsung oleh para pelajar.
Untuk diketahui, Panitia Pemilihan (Panlih) menetapkan susunan kepengurusan inti atau Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) beserta Bidang Organisasi.
Fahrul Dason akan didampingi Muh Ihdin Khair sebagai Sekretaris Umum, Sri Wahyuni Akil sebagai Bendahara Umum, serta Akram Saharuddin yang dipercaya memimpin Bidang Organisasi.
Seluruh formatur tersebut telah melalui proses seleksi dan memperoleh persetujuan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, mereka akan menyusun struktur kepengurusan secara lengkap untuk masa bakti berikutnya.
Prof Ambo Asse: Perkaderan adalah Jantung Muhammadiyah
Ketua PWM Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse, menekankan bahwa organisasi otonom Muhammadiyah memiliki tugas utama dalam mencetak kader.
Menurutnya, proses kaderisasi merupakan fondasi yang menjaga keberlangsungan organisasi.
Source link
