Kerajaan Bisnis Kaesang Dilaporkan Terlilit Utang Nyaris Rp3 Triliun, Angga Sugih Pragina: Karma Atas Serangan ke Dokter Tifa

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kerajaan bisnis milik putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, kini tengah menjadi sorotan tajam publik.
Salah satu perusahaan pengolahan dan ekspor udang beku yang dikaitkan dengan namanya, PT Pancamitra Multiperdana Tki (PMMP), dilaporkan sedang menghadapi tekanan finansial berat akibat akumulasi utang yang fantastis.
Berdasarkan data yang dihimpun, total restrukturisasi pinjaman perusahaan tersebut kepada sejumlah perbankan diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun atau nyaris menyentuh angka Rp3 triliun. Angka tersebut belum termasuk akumulasi bunga berjalan.
Gurita Pinjaman di Berbagai Bank
Kondisi keuangan perusahaan yang berbasis di Surabaya dan memiliki fasilitas utama di Situbondo serta Tarakan ini dilaporkan terseok-seok akibat kerugian usaha dan beban utang besar.
Utang tersebut diketahui tersebar di beberapa lembaga keuangan besar, antara lain: Bank Permata, Bank BCA, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang merupakan badan usaha milik negara, Bank SMBC, Bank Maspion, dan Bank Pesona Perdania.
Keterlibatan LPEI yang mengucurkan dana hingga sekitar setengah triliun rupiah di masa pemerintahan sebelumnya kini mulai dipertanyakan dan ditagih oleh pihak terkait seiring dengan pergantian kepemimpinan nasional .
Kritik Terhadap Fenomena “Capital Drop”
Kondisi ini memicu kritik keras dari berbagai pengamat dan aktivis di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan kredibilitas serta jaminan yang diberikan oleh pelaku usaha muda tanpa rekam jejak bisnis yang panjang, namun mampu mendapatkan kucuran modal hingga ratusan miliar rupiah.
Kritik itu salah satunya datang dari sosok penulis dan wirausahawan asal Garut, yaitu Angga Sugih Pragina.
Melalui video di akun Youtubenya, @AAGuruTiGarut, Angga menyampaikan bahwa fenomena ini dinilai sebagai bentuk pemanfaatan pengaruh kekuasaan untuk memfasilitasi bisnis keluarga dari atas, alih-alih merintis usaha secara organik dari bawah.
Menhut Raja Juli Antoni Dipersoalkan Terkait Amplop dari Bupati Kuansing
Di tengah isu finansial yang menerpa keluarga mantan presiden, kredibilitas partai bentukan anak muda, PSI, juga ikut diuji. Menteri Kehutanan sekaligus Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, dilaporkan terseret dalam pusaran pengusutan kasus suap pengisian jabatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Kasus ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Kuansing, Suhardi Ambi, dan Sekda Zulkarnain pada akhir Juni lalu.
KPK kini tengah mendalami adanya pertemuan antara Raja Juli Antoni dan Suhardi Ambi di Jakarta yang diduga membahas usulan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) serta izin hutan produksi terbatas.
Source link
