Lampaui Capaian 2018, Indonesia Juara Sepak Bola Jalanan 2026

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Indonesia menciptakan sejarah setelah keluar sebagai juara Street Child World Cup 2026 kategori Boys Shield di Mexico City, Meksiko.
Gelar ini diraih setelah Indonesia secara mengejutkan mengalahkan Argentina melalui adu penalti 3-2. Pertandingan final yang berlangsung sengit di Parque Ecológico Lago de Texcoco, Estado de México, Kamis malam waktu setempat, berakhir imbang 1-1 sebelum dilanjutkan ke babak tos-tosan.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga berlangsung ketat dan penuh tensi. Indonesia tampil percaya diri menghadapi tekanan dari Argentina yang juga bermain agresif sepanjang pertandingan.
Indonesia unggul lebih dulu lewat gol Raehan Alfarezi pada menit keenam babak pertama. Gol tersebut membuat para pemain semakin percaya diri mengontrol jalannya pertandingan.
Argentina terus berusaha mengejar ketertinggalan hingga akhirnya menyamakan skor pada menit akhir babak kedua, sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Di babak adu penalti, mental para pemain diuji. Garuda Baru mampu menunjukkan ketenangan luar biasa.
Raehan Alfarezi, Aryo Topan Artha Gading, dan Deno Mazra Rasyid sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti.
Penjaga gawang Samuel Steven Siagian tampil menjadi pahlawan setelah berhasil menepis tendangan terakhir pemain Argentina dan memastikan Indonesia keluar sebagai juara.
Perjalanan Menuju Tangga Juara
Keberhasilan ini diraih berkat kerja keras seluruh elemen tim. Perjalanan menuju partai puncak pun tidak mudah.
Sebelumnya, pencapaian terbaik Indonesia di SCWC hanya mencapai babak semifinal pada edisi Rusia 2018. Kini, Garuda Baru berhasil melampaui catatan tersebut dengan membawa pulang trofi juara kategori Boys Shield.
Pelatih Kepala Tim Garuda Baru, Paulus Lodwyk Jacobz atau Coach Lodi, mengatakan tim sudah dipersiapkan secara matang sejak jauh hari.
Persiapan dilakukan tidak hanya dari sisi teknik permainan, tetapi juga fisik dan mental pemain untuk menghadapi tekanan selama turnamen berlangsung.
“Sejak awal kami mempersiapkan anak-anak ini secara menyeluruh, mulai dari taktik, fisik, hingga mental untuk menghadapi setiap pertandingan, termasuk final,” katanya, Selasa, 19 Mei 2026.
“Anak-anak mampu menjalankan instruksi dengan disiplin dan menunjukkan semangat pantang menyerah sampai akhir laga,” tuturnya.
“Kami juga mempersiapkan strategi untuk skenario adu penalti dan sudah menunjuk algojonya sejak sesi latihan,” ujar Coach Lodi. (Erfyansyah/Fajar)
Source link
