News

Hendri Satrio Bongkar Alasan PDI Perjuangan Tak Apple-to-Apple dengan PSI, Singgung Strategi Politik Jokowi dan Gibran



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pengamat politik Hendri Satrio menilai membandingkan PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat ini belum tepat. Menurutnya, kedua partai berada pada level politik yang berbeda, baik dari sisi kekuatan elektoral maupun posisi di parlemen.

Pernyataan itu disampaikan Hendri Satrio atau Hensa saat menanggapi munculnya pandangan bahwa safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi menggeser dominasi PDIP sekaligus mengangkat posisi PSI menjelang dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Menurut Hensa, PDIP masih menjadi salah satu partai politik terkuat di Indonesia. Selama ideologi yang diwariskan Presiden pertama RI Soekarno tetap dijaga, partai berlambang banteng tersebut diyakini akan tetap memiliki basis politik yang solid.

“PDI-P itu salah satu partai yang kuat, bos. Selama ajaran Bung Karno dipelihara, partai ini akan terus ada,” ujar Hensa kepada wartawan.

Ia menegaskan, membandingkan PDIP dengan PSI saat ini bukan perbandingan yang setara. Sebab, PDIP merupakan pemenang pemilu dan memiliki kekuatan besar di parlemen, sedangkan PSI hingga kini masih berstatus partai nonparlemen.

“Belum apple to apple membandingkan PDI Perjuangan dengan PSI. PDI Perjuangan pemuncak klasemen, sementara PSI belum keluar dari zona liga dua,” kata dia.

“Maksudnya, PDI-P pemenang pemilu, PSI itu masih partai non-parlemen. Jadi masih jauh kalau membandingkan PSI dengan PDI Perjuangan,” lanjut Hendri.

Meski demikian, Hensa mengingatkan bahwa konstelasi politik dapat berubah seiring waktu. Menurutnya, peta politik saat ini belum tentu sama dengan situasi menjelang Pemilu 2029.

Dalam pandangannya, safari politik yang dilakukan Jokowi dan Gibran bukan semata berkaitan dengan hubungan politik bersama PDIP maupun PSI. Ia melihat langkah tersebut lebih berorientasi pada upaya memperkuat posisi elektoral keduanya.

“Pesta politik hari ini mungkin akan berubah esok hari atau ke depannya, tapi nampaknya Jokowi dan Gibran sedang tidak ambil pusing pada posisi dia dengan Prabowo saat ini, lebih ke memperkuat elektoral saja,” ujar Hendri.

Hensa menilai Jokowi dan Gibran sedang membangun kekuatan melalui pendekatan mikro-politik dengan kembali turun langsung ke masyarakat, mengikuti gaya blusukan yang selama ini menjadi ciri khas Jokowi.

Menurutnya, strategi tersebut bertujuan menjaga sekaligus meningkatkan elektabilitas Jokowi dan Gibran agar tetap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan menjelang Pilpres 2029.

“Apa tujuannya? Supaya elektabilitas Gibran dan Jokowi naik, dan Prabowo melihat mereka sebagai kekuatan yang perlu digandeng untuk Pilpres 2029,” kata Hensa.

Ia juga menilai peluang Gibran untuk kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan politik yang berhasil dibangun dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Hendri, apabila Jokowi dan Gibran tidak lagi dipandang sebagai kekuatan elektoral yang signifikan, Prabowo memiliki banyak opsi lain dalam menentukan calon wakil presiden.

“Kalau tidak dilihat sebagai kekuatan yang perlu digandeng, Prabowo bisa memilih wakil presiden sesuai yang dia inginkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hensa menilai posisi Gibran pada Pilpres 2029 menjadi penting bagi keberlanjutan pengaruh politik keluarga Jokowi di tingkat nasional.

“Kalau Gibran tidak dipilih oleh Prabowo untuk mendampingi di 2029, maka era Gibran sebagai politisi yang mampu menghipnotis kecerdasan warga negara Indonesia akan berakhir,” kata Hensa.

“Nah, ini kan tidak diinginkan oleh Jokowi. Dia ingin Gibran terus bersama Kaesang menembus batas di jajaran elite politisi Indonesia,” pungkasnya.

Pengamat menilai dinamika politik nasional masih sangat cair. Berbagai manuver elite politik, termasuk safari politik, diperkirakan akan terus berlangsung seiring semakin dekatnya tahapan menuju Pemilu 2029.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *