News

Ketua Kagama Cirebon Sebut Sidang Dokter Tifa Jadi Ujian bagi Safari Politik Jokowi bersama PSI



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia, ikut bicara mengenai sidang perdana perkara dugaan fitnah yang menjerat Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dikatakan Heru, proses persidangan tersebut berpotensi menjadi perhatian publik di tengah agenda safari politik Presiden ke-7 RI, Jokowi, ke sejumlah daerah.

Heru mengaitkan dinamika persidangan dengan kegiatan Jokowi yang belakangan mulai melakukan kunjungan ke berbagai wilayah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Potensi Lamanya Persidangan

Heru mengatakan salah satu hal yang menarik dari sidang perdana itu adalah pernyataan Dokter Tifa mengenai panjangnya proses pembuktian yang akan dijalani.

Baginya, apabila persidangan benar-benar menghadirkan ratusan saksi dan ratusan dokumen, maka proses hukum diperkirakan berlangsung cukup lama.

“Yang cukup menarik saya kaitkan dengan kerja-kerja politik turun gunungnya Jokowi dalam rangka sosialisasi PSI,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Jumat (3/7/2026).

Ia kemudian menyinggung pernyataan Dokter Tifa terkait jumlah alat bukti yang akan diajukan.

“Berdasarkan pengakuan Tifa, mengatakan bahwa persidangan akan berlangsung lama dengan melibatkan bukti-bukti sekitar 700 dokumen dan ratusan saksi,” ucapnya.

Heru menganggap bahwa kondisi tersebut akan membuat proses persidangan menjadi kompleks.

“Ini akan sangat rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama,” tukasnya.

Pernyataan Dokter Tifa di Sidang Bayangi Jokowi

Heru juga mengingatkan soal pernyataan Dokter Tifa yang mengklaim memiliki temuan penting terkait perkara tersebut.

Ia mengutip pernyataan Dokter Tifa yang menyebut alat bukti ijazah yang dibahas dalam persidangan berupa fotokopi.

“Salah satu statementnya, Tifa mengungkapkan bukti fenomenal dan menggetarkan Jokowi, terutama berkaitan bukti ijazah menurut Tifa ternyata hanya fotokopi,” imbuhnya.

Lanjut Heru, pernyataan tersebut berbeda dengan sikap sejumlah pihak yang mendukung Jokowi.

“Berbeda dengan teman-temannya yang mendukung Jokowi sebagai alumni UGM, justru menunjukkan ijazah yang asli,” terangnya.

Heru berpandangan proses persidangan tidak bisa dipisahkan dari agenda politik Jokowi yang mulai melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.

Ia menilai perkembangan sidang akan menjadi salah satu faktor yang perlu direspons oleh Jokowi dan timnya.

“Berkaitan dengan Jokowi dan isu kerja-kerja politik yang saat ini sudah dibangun dengan safari politik perdana di Lampung, tentunya dikaitkan dengan persidangan,” bebernya.

Menurutnya, terdapat tantangan sekaligus peluang yang harus dikelola dengan baik.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *