News

Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap Krusial, Ribuan Peserta Hadapi Tes Penentu



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus berlanjut.

Setelah tahap seleksi administrasi dan masa sanggah selesai, ribuan peserta kini bersiap mengikuti Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP) sebagai salah satu tahapan penting dalam proses seleksi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, mengatakan seluruh proses seleksi sejauh ini berjalan sesuai jadwal dengan mengedepankan prinsip profesional, objektif, transparan, dan akuntabel.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian seleksi berjalan objektif dan tepat waktu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam jadwal resmi Booklet BIB 2026,” ujar Ruchman di Jakarta dikutip pada Rabu (1/7/2026).

Minat masyarakat terhadap program beasiswa ini kembali menunjukkan tren positif. Pada penyelenggaraan tahun 2026, jumlah pendaftar mencapai 12.696 orang yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S1, S2, hingga S3, baik untuk tujuan studi di dalam maupun luar negeri.

Sebagai bagian dari komitmen transparansi, Kementerian Agama juga membuka masa sanggah bagi peserta yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Kesempatan tersebut diberikan pada 17–18 Juni 2026 sehingga peserta dapat menyampaikan klarifikasi atas hasil verifikasi dokumen.

AKAP Digelar Berbasis Computer Based Test
Tahapan berikutnya adalah Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP) atau yang juga dikenal sebagai Tes Bakat Skolastik (TBS).
Ujian akan dilaksanakan secara Computer Based Test (CBT) dan diikuti peserta dari lokasi masing-masing.

Untuk memastikan seluruh peserta siap menghadapi ujian, Puspenma menjadwalkan simulasi CBT sebelum pelaksanaan tes. Simulasi ini bertujuan agar peserta memahami sistem ujian sekaligus mengantisipasi kendala teknis.

Ruchman mengimbau seluruh calon penerima beasiswa segera mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan, seperti laptop atau komputer dan telepon pintar, serta memastikan aplikasi Ruang Ujian CBT telah terpasang dan dapat digunakan.

“Simulasi ini krusial untuk memastikan seluruh peserta terbiasa dengan platform ujian sehingga meminimalisir kendala teknis saat hari pelaksanaan,” jelasnya.

Program Beasiswa Indonesia Bangkit diluncurkan pada 2022 sebagai salah satu upaya Kementerian Agama meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan keagamaan.

Hingga Juni 2025, program ini telah dimanfaatkan oleh 39.371 penerima, terdiri atas 8.707 penerima program gelar (degree) dan 30.654 penerima program non-gelar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *