News

LPG Gas Melon Bakal Diganti Tabung CNG Merah Putih, Berlaku Mulai Tahun Ini



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemerintah memperkenalkan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) atau tabung CNG Merah Putih. Tabung ini akan menjadi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg atau tabung melon.

Hal tersebut dikonfirmasi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Ia mengatakan rencana tersebut telah diumumkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

“Oh, Pak Menteri kan mengumumkan kemarin tabung Merah Putih,” kata Laode kepada jurnalis di DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menyiapkan prototipe tabung CNG untuk uji coba. Targetnya, CNG Merah Putih bisa diedarkan tahun ini.

“Jadi diuji itu. Belasan lah, mungkin sekitar 15 (tabung). Satu tahap lagi sudah bisa diimplementasikan, diedarkan tahun ini,” ucapnya.

Laode menjelaskan, tabung CNG Merah Putih berbeda dengan LPG 3 kg konvensional, salah satunya karena menggunakan teknologi tabung berbahan komposit.

Karena itu, dibandingkan LPG, bobotnya lebih ringan sehingga lebih mudah dipindahkan.

“Jadi ini saya ingin jelaskan sekali lagi ya bahwa material tabung ini sudah sampai ke tipe 4,” jelas Laode.

Dia memaparkan, terdapat berbagai tipe bahan tabung.

“Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan, sampai dengan tipe 3 tapi masih berat (bobotnya). Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa, ‘Oh, ini kok penggantinya berat,’ enggak,” paparnya.

Diimpor dari China

Saat ini, Laode mengatakan tabung tersebut masih diimpor dari China. Selanjutnya, tabung itu akan menjalani serangkaian pengujian, terutama terkait aspek keselamatan.

“Saat ini dari China aja. Kita uji di Lemigas, kan harus ada uji tekanan. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa,” ucap Laode.

“Kan di China itu penggabungan antara tabung sama valve-nya,” lanjutnya.

Soal harga, Laode mengatakan harganya akan sama dengan LPG subsidi atau tabung melon.

“Sama dengan harganya. Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen. Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini,” ungkap Laode.

Ke depan, ia mengatakan pendistribusiannya akan diprioritaskan untuk kota-kota besar di Pulau Jawa yang memiliki jaringan infrastruktur pipa gas memadai.

“Iya, kita prioritaskan dulu yang dari pipa. Makanya uji cobanya kan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak,” ucapnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *