Jokowi Sebut Masih Orang Desa, Yusuf Muhammad: Maaf, Saya Sudah Tidak Percaya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Presiden ke-7 RI, Jokowi, yang menyebut dirinya masih sama seperti dahulu saat menghadiri acara di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung, menuai beragam respons.
Salah satunya datang dari pegiat media sosial Yusuf Muhammad yang mengaku tidak lagi mempercayai ucapan mantan kepala negara tersebut.
Jokowi: Saya Masih Orang Kampung
Sebelumnya, di hadapan para kiai dan santri, Jokowi menegaskan dirinya tetap sebagai sosok yang berasal dari desa meski telah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden.
Dalam sambutannya di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung, Jokowi mengatakan dirinya tidak berubah meski pernah memimpin Indonesia selama dua periode.
“Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung, masih orang desa,” ujar Jokowi, dikutip fajar.co.id, Senin (29/6/2026).
Ia juga mengaku selalu merasa dekat dengan lingkungan masyarakat seperti yang ditemuinya di pesantren.
“Jadi kalau saya ke Lampung, ke Provinsi Lampung, saya ke sini ya memang dunia saya, lingkungan saya adalah seperti yang tadi saya sampaikan,” tuturnya.
Yusuf Muhammad Mengaku Tidak Lagi Percaya
Pernyataan Jokowi tersebut kemudian dikomentari pegiat media sosial Yusuf Muhammad. Ia mengaku tidak lagi mempercayai berbagai pernyataan yang disampaikan Jokowi.
“Jokowi mengaku masih sama seperti yang dulu, tapi maaf, saya tidak percaya,” ucap Yusuf.
Yusuf menegaskan bahwa sikap tersebut muncul karena ia menilai sejumlah pernyataan Jokowi di masa lalu tidak sesuai dengan kenyataan.
“Mungkin sebagian orang percaya, tapi saya pribadi sudah sulit untuk bisa percaya lagi pada ucapan Jokowi,” cetusnya.
“Hal ini bukan tanpa alasan. Mari kita bedah, ucapan Jokowi mana yang terbukti dan sesuai? Saya berani buka-bukaan data,” sambungnya.
Lebih jauh, Yusuf menyinggung sejumlah isu yang menurutnya menjadi alasan dirinya kehilangan kepercayaan terhadap Jokowi.
“Soal IKN yang katanya tidak memakai APBN dan investor asing membludak,” terangnya.
Bukan hanya itu, ia juga menyebut dugaan ketidaksesuaian pernyataan Jokowi terkait proyek Kereta Cepat yang awalnya disebut tidak menggunakan APBN.
“Soal Gibran yang katanya tidak mungkin maju jadi cawapres karena belum cukup umur dan pengalaman, dan lain-lain. Semua itu omong kosong!” sesalnya.
Jokowi Sudah Berubah
Yusuf juga membandingkan citra Jokowi saat awal menjabat dengan kondisi yang ia lihat saat ini.
“Jokowi dulu sering dipandang sebagai orang ndeso yang sederhana dan apa adanya, bahkan keluarganya juga sederhana. Tapi itu dulu,” imbuhnya.
“Setelah berkuasa selama 10 tahun, semua mulai berubah. Anaknya wira-wiri naik jet pribadi dan mulai hedon. Bahkan syahwat kekuasaan sudah mulai menjadi ‘racun’ yang candu,” sambungnya.
Source link
