News

Ricky Pratama Ungkap Dua Alasan Gabung Persebaya Usai Hengkang dari PSM



PORTALUTAMA.NET, SURABAYA — Mantan pemain PSM Makassar, Ricky Pratama mulai blak-blakan mengungkap alasan memilih bergabung dengan Persebaya Surabaya, setelah resmi diperkenalkan sebagai salah satu rekrutan lokal untuk kompetisi Super League 2026/2027.

Winger berusia 23 tahun asal Sidoarjo yang mendapat kontrak multiyears itu termasuk sosok pemain dengan banyak pengalaman. Selain menimba banyak hal selama bersama dengan PSM Makassar, dia juga tercatat pernah membela Timnas Indonesia U-23.

Kehadiran Ricky Pratama menambah opsi di sektor sayap Green Force. Pemain yang dikenal memiliki kecepatan dan fleksibilitas posisi itu diharapkan mampu memberikan warna baru dalam skema permainan Bernardo Tavares.

Alasan pertama Ricky Pratama bergabung dengan Persebaya Surabaya karena dirinya ingin membela klub kota kelahirannya. Dengan begitu akan ada ikatan emosional tersendiri dengan klub maupun dengan suporter, begitu juga saat di luar lapangan.

Selain alasan tersebut, Ricky Pratama mengaku ingin kembali bekerja sama dengan sosok pelatih Bernardo Tavares. Keberadaan juru taktik yang juga pernah melatih PSM Makassar itu dinilai faktor penting dirinya bergabung dengan Persebaya Surabaya.

Di mata Ricky Pratama, pelatih asal Portugal tersebut memiliki peran besar dalam perjalanan karier profesionalnya. Itu karena Tavares yang membuat dirinya sampai berada di level senior PSM Makassar dengan kesempatan dan kepercayaan yang diberikannya.

“Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan saya. Beliau adalah pelatih yang pertama kali memberi kesempatan kepada saya untuk bermain di level senior,” ujar Ricky.

Dengan adanya hubungan masa tersebut, Ricky Pratama pun sudah memahami seperti apa tuntutan permainan yang diinginkan sang pelatih.

Tak hanya memberi kesempatan bermain, Tavares juga dianggap sebagai figur yang membantu perkembangan kualitasnya sebagai pesepak bola profesional. Kepercayaan yang diberikan menjadi modal penting hingga dirinya mampu menembus level tim nasional.

“Saya banyak berkembang di bawah arahan beliau, mulai dari proses menembus tim utama hingga akhirnya bisa menjadi pemain tim nasional,” lanjut Ricky.

Di usia yang masih 23 tahun, Ricky Pratama sudah memiliki banyak pengalaman yang cukup banyak di level profesional. Data Transfermarkt menyebutkan, Ricky telah mencatatkan 79 penampilan di kompetisi liga nasional. Dari jumlah tersebut, ia membukukan satu gol dan delapan assist dengan total 2.787 menit bermain.

Pada musim 2024/2025, Ricky tampil dalam 32 pertandingan Super League dan menyumbang empat assist. Musim tersebut menjadi periode dengan menit bermain terbanyak dalam karier profesionalnya, yakni mencapai 1.324 menit.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *