Gigin Praginanto Sindir Pembekalan Calon Manajer Kopdes: untuk Apa Latihan Militer?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto, blak-blakan terkait pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang belakangan ini menjadi sorotan.
Gigin merasa ada yang tidak beres dengan kebijakan yang mewajibkan para calon manajer mengikuti latihan militer.
Ia mengaku mempertanyakan alasan di balik penerapan sistem tersebut dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dikatakan Gigin, kewajiban mengikuti latihan militer bagi calon manajer Kopdes Merah Putih menimbulkan tanda tanya.
“Para calon manajer Kopdes Merah Putih diwajibkan ikut latihan militer,” ujar Gigin dikutip fajar.co.id, Jumat (26/6/2026).
Ia kemudian mengkritisi kebijakan tersebut dengan mengaitkannya pada insiden yang disebut telah menimpa sejumlah peserta.
“Supaya terbiasa menyiksa orang yang tak berdaya sampai tumbang bahkan tewas,” Gigin menuturkan.
“Seperti telah dialami 3 orang rekan mereka,” tambahnya.
Kemhan Benarkan Satu Peserta Meninggal Dunia
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan adanya laporan meninggalnya salah satu peserta SPPI KNMP Tahun 2026.
Peserta tersebut diketahui bernama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Pusbahasa Kodiklatau), Jakarta.
“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta,” kata Rico Ricardo Sirait dilansir dari Kompas.com, Kamis (25/6/2026).
Rico menjelaskan, Novia mulai mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni 2026. Setelah keluhan muncul, tim kesehatan satuan langsung memberikan penanganan sesuai prosedur.
Namun kondisi peserta tersebut terus menurun sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Meskipun telah memperoleh perawatan intensif, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” jelas dia.
Kemhan Tegaskan Peserta Lolos Tes Kesehatan
Kemhan menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti program SPPI telah melewati tahapan seleksi yang ditetapkan, termasuk pemeriksaan kesehatan.
Menurut Rico, Novia bersama peserta lainnya dinyatakan memenuhi syarat sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan.
Source link
