News

Usaha Dirintis dari Nol Kini Punya 180 Karyawan, Bolosego Keluhkan Tagihan Pajak Tembus Rp1,5 Miliar Usai Viralkan Pungli



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemilik usaha kuliner ternama Bolosego, Dyah Laily Fardisa, kembali mencuri perhatian publik usai menyuarakan keluhannya terkait beban pajak usaha yang dinilai sangat memberatkan.

Curhatan tersebut disampaikan wanita yang akrab disapa Mbak Dy ini melalui akun TikTok pribadinya, @dyahfardisa.

Dalam unggahannya, Mbak Dy menceritakan perjalanan usahanya yang dirintis secara mandiri tanpa bantuan modal dari pihak manapun. Dari skala rumahan, Bolosego kini tumbuh pesat hingga mampu mempekerjakan sekitar 180 karyawan.

Namun di tengah perkembangan bisnisnya, ia mengaku terkejut dengan perhitungan beban pajak usahanya yang diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Pernyataan ini muncul tak lama setelah usahanya sempat menjadi sorotan publik akibat dugaan praktik pungutan liar (pungli) saat beroperasi di Yogyakarta.

“Bolosego mbayar pajak angkanya lumayan besar, di atas Rp500 juta. Tapi apa? Kurang! Mereka ngedor Bolosego untuk bayar di atas Rp1,5 M atau Rp1,3 M,” ujar Mbak Dy dalam video TikTok-nya.

Beratnya beban persoalan tersebut sempat membuat Mbak Dy berada di titik kepasrahan tertinggi. Ia bahkan berpikir untuk menyerahkan seluruh aset usahanya dan merintis kembali dari awal.

“Aku sampai di titik terserah, ambil aja semua ini yang dimiliki Bolosego. Ambil, saya mulai dari nol nggak apa-apa,” ungkapnya.

Meski diterpa masalah pelik, Dyah berharap bisnis yang dibangunnya dengan kerja keras ini tetap berlanjut dan menemukan jalan keluar terbaik.

Perjalanan Bisnis Bolosego

Bolosego berdiri pada tahun 2020, tepat di tengah masa sulit pandemi COVID-19. Pada awal berdirinya, seluruh kegiatan produksi dijalankan dari dapur rumah sederhana dengan bantuan 3 hingga 5 orang tim.

Berkat konsistensi, pemanfaatan kanal digital, dan strategi pemasaran yang tepat, bisnis kuliner siap santap (ready-to-eat) ini berkembang pesat hingga memperluas jangkauan pasar secara nasional.

Bolosego dikenal dengan ragam menu olahan daging sapi, ayam, seafood, hingga kuliner khas Nusantara yang praktis untuk konsumsi harian maupun oleh-oleh.

Beberapa produk unggulannya yang populer di pasaran antara lain Oseng Meteyor. Oseng Mercon Iga Sapi, Cumi Sambel Ijo, Ceker Mercon Tanpa Tulang, Oseng Tuna Suwir, dan Rendang Daging Sapi.

Respons Wakil Ketua DPD RI

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas menyoroti viralnya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap food truck Bolosego di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja dan menyebut praktik premanisme di Jogja memiliki keistimewaan.

“Di seluruh Indonesia preman itu ada, tetapi kalau preman yang ada di Jogja itu memang istimewa. Jadi, memang harus diviralkan ke seluruh Indonesia,” ujar GKR Hemas, dikutip Instagram @jogjainfo, Sabtu (26/9).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *