News

Gus Hilmi Tagih Klarifikasi Gibran Soal Mahasiswa yang Mengaku Dibayar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik pengakuan sejumlah mahasiswa yang mengklaim menerima uang sebelum aksi dan audiensi dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terus menuai sorotan.

Kali ini, cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Ustaz Hilmi Firdausi atau Gus Hilmi, ikut angkat bicara dan mendesak Gibran untuk memberikan penjelasan kepada publik terkait isu yang tengah ramai diperbincangkan tersebut.

Melalui pernyataannya di media sosial, Gus Hilmi secara terbuka meminta respons dari orang nomor dua di Indonesia itu.

“Mas Wapres ditunggu komentarnya,” ujar Gus Hilmi dikutip fajar.co.id, Selasa (23/6/2026).

Singgung Pengakuan Mahasiswa yang Viral

Gus Hilmi secara khusus menyoroti pengakuan mahasiswa yang belakangan beredar luas di media sosial.

Ia menilai pernyataan yang telah disampaikan secara terbuka tersebut perlu mendapatkan perhatian dan klarifikasi agar tidak terus memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Itu Mahasiswa yang bertemu anda sudah mengaku dibayar loh,” tandasnya.

Pernyataan Gus Hilmi tersebut kemudian menjadi perbincangan warganet dan memicu beragam tanggapan di ruang digital.

Berawal dari Pengakuan Ketua BEM FH UBK

Sebelumnya, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, menjadi sorotan setelah mengakui menerima sejumlah uang sebelum aksi mahasiswa yang berlangsung pada 15 Juni 2026.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam forum internal kampus yang videonya kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam keterangannya, Abdi mengaku menerima uang dengan tujuan agar aksi mahasiswa tidak digelar. Meski demikian, ia menyebut aksi tetap berlangsung sesuai rencana.

“Perihal uang itu memang saya terima, agar tidak turun aksi. Tetapi kami tetap turun,” ujar Abdi dalam video yang beredar.

Audiensi dengan Gibran Jadi Perhatian Publik

Nama Abdi menjadi perhatian publik karena diketahui termasuk dalam rombongan mahasiswa yang diterima untuk berdialog dengan Gibran di Istana Wakil Presiden usai aksi berlangsung.

Pertemuan tersebut semula mendapat perhatian karena dianggap sebagai bentuk komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa.

Namun setelah muncul pengakuan mengenai penerimaan uang, audiensi tersebut ikut menjadi bahan perdebatan di media sosial.

Sejumlah pihak kemudian meminta adanya penjelasan lebih lanjut agar publik mendapatkan informasi yang utuh mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana Wakil Presiden maupun Gibran Rakabuming Raka terkait pernyataan Gus Hilmi maupun pengakuan mahasiswa yang tengah menjadi polemik.

Demikian pula, belum terdapat informasi resmi yang menghubungkan audiensi mahasiswa dengan Gibran dengan dugaan pemberian uang yang diakui oleh mahasiswa tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *