Anies Tanggapi Raja Juli soal Asap Tak Punya KTP: Kok Seperti Dejavu Ya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Anies Baswedan menanggapi pernyataan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang menyebut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak memiliki KTP.
Anies mengaku pernyataan tersebut membuatnya merasa dejavu, yakni seolah pernah mengalami atau mendengar hal serupa sebelumnya.
“Kok seperti dejavu ya…,” kata Anies melalui unggahannya di X, dikutip Rabu (2/9/2026).
Pernyataan Anies tersebut berkaitan dengan analogi mengenai angin dan polusi udara yang pernah disampaikannya dalam debat Capres Pilpres 2024 pada 12 Desember 2023.
Saat itu, Anies membahas persoalan polusi udara di Jakarta yang menurutnya dapat berpindah mengikuti arah angin dari luar kota. Kondisi tersebut membuat tingkat polusi di Jakarta tidak selalu sama setiap harinya.
Namun, Anies menilai terdapat perbedaan antara konteks pernyataannya dengan pernyataan Raja Juli. Menurut dia, asap akibat karhutla berkaitan dengan persoalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Catatan seriusnya: yang ini sumbernya di bawah kendali dan tanggung jawab kita,” terang Anies.
Asap Tak Punya KTP
Sebelumnya, Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa karhutla tidak hanya terjadi di Indonesia. Ia menyebut kebakaran hutan juga terjadi di Serawak, Malaysia.
“Kebakaran itu tidak terjadi di kita saja. Di Serawak itu juga terjadi kebakaran hutan. Cuma ini arah angin kebetulan, kebetulan sekali. Asap nggak ada KTP-nya, gitu,” kata Raja Juli.
Menurut Raja Juli, arah angin turut menentukan pergerakan asap akibat kebakaran. Asap dari kebakaran di suatu wilayah dapat masuk ke Indonesia apabila terbawa angin.
“Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Kalau seandainya arah anginnya di sini, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena memang asap nggak ada KTP-nya,” jelasnya.
Raja Juli menegaskan pemerintah tetap berupaya maksimal agar karhutla tidak memberikan dampak negatif kepada negara tetangga.
“Jadi kita tetap akan berjuang. Semaksimal mungkin kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita,” ungkapnya.
“Tetapi perintah presiden, apa yang kita kerjakan hari ke hari, TNI, Polri, Manggala Agni ini untuk melindungi masyarakat kita, masyarakat Indonesia,” tandas Sekjen PSI tersebut. (Arya/Fajar)
Source link
