Nekat Habisi Nyawa Nus Kei di Area Bandara, Motif Dendam Lama Kini Terkuak ke Publik

PORTALUTAMA.NET – Aksi penikaman brutal yang merenggut nyawa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Minggu (19/4/2026), mulai menemui titik terang. Polisi menduga kuat aksi nekat ini merupakan “eksekusi” terencana yang dipicu oleh dendam lama dari Jakarta.
Hanya berselang beberapa jam setelah kejadian, Satuan Reskrim Polres Maluku Tenggara (Malra) berhasil membekuk dua terduga pelaku utama berinisial HR alias Hendra dan FU alias Finis.
Kasi Humas Polres Malra, IPDA Wandi Puasa, membeberkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kedua pelaku menyimpan dendam kesumat terkait peristiwa kelam di samping Apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi, tahun 2020 silam.
“Motif sementara yang didalami adalah dendam. Kedua pelaku menduga Nus Kei merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka berinisial FW yang terjadi di Jakarta beberapa tahun lalu,” ungkap IPDA Wandi saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Kronologi Eksekusi Terencana di Pintu Keluar Bandara
Aksi ini rupanya telah dirancang dengan matang sejak pagi hari. Berikut kronologi detik-detik kejadian:
- Pukul 09.00 WIT: Pelaku menuju bandara menggunakan motor Bison hitam, bersiap menyanggong kedatangan Nus Kei yang menumpang pesawat Lion Air JT880 dari Ambon.
- Momen Penjemputan: Korban mendarat dan sempat berbincang hangat dengan keluarga besarnya di area pintu keluar bandara.
- Serangan Mendadak: Di tengah keramaian, seorang pria berjaket merah dan bermasker tiba-tiba merangsek masuk ke kerumunan dan menghujamkan pisau ke tubuh korban secara berulang kali.
- Perlawanan Keluarga: Keluarga korban sempat mencoba melumpuhkan pelaku, namun pelaku berhasil meloloskan diri bersama rekannya yang sudah bersiap di atas motor.
Nus Kei sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari kembali ke dalam area bandara sebelum akhirnya ambruk bersimbah darah di pintu keluar. Meski sempat dilarikan ke RSU Karel Sadsuitubun, nyawa tokoh politik ini tidak tertolong. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT akibat pendarahan hebat.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya empat luka tusuk fatal di bagian dada kanan dan kiri, leher kiri, serta tulang belakang yang mengenai organ vital,” jelas IPDA Wandi. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang dibuang pelaku di sekitar TKP.
Source link
