News

Pabrik Nike di Bandung Dilanda Krisis, 4.000 Buruh Terancam Kena PHK



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Sebanyak 4.000 buruh PT Feng Tay di Bandung, Jawa Barat terancam kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Imbas perusahaan produksi brand Nike itu dilanda krisis.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal.

“Ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan. Baru potensi ya, ancaman PHK 4.000 karyawan,” kata Said dalam konferensi pers KSPI dan Partai Buruh yang disiarkan melalui kanal YouTube Bicaralah Buruh, Minggu (21/6/2026).

Dia mengungkapkan perusahaan tersebut berada di Jawa Barat.

“Perusahaan sepatu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jadi 4.000 karyawannya sudah dirumahkan,” ucapnya.

Berdasarkan penelusuran pihaknya, ancaman PHK karena tidak adanya pesanan sepatu yang masuk.

“Temuan awal menyatakan bahwa order sepatu Nike yang diproduksi PT Feng Tay sudah selesai sehingga menunggu order berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, pesanan selanjutnya belum ada kepastian.

“Order berikutnya belum ada kepastian, sehingga 4.000 karyawan yang sebelumnya mengerjakan produksi sepatu Nike dirumahkan,” lanjut Said.

Said mengungkapkan pihaknya akan mengecek langsung informasi awal yang dia terima.

“Saya mau cek apakah benar ada 4.000 karyawan yang dirumahkan,” ujarnya.

PHK Batal

Said Iqbal menyebut rencana PHK dibatalkan. Itu diungkapkan setelah dirinya berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Indah Anggoro Putri, pada Senin kemarin.

“Kita datang bersama Ibu Dirjen dan timnya, Dirjen PHI Kemnaker, kami diskusi, meyakinkan daripada perwakilan pengusaha, dan mereka bersepakat yang kemungkinan, baru kemungkinan terjadi PHK, menjadi tidak jadi sepanjang diberikan mitigasi,” kata Said Iqbal kepada jurnalis usai Rakernas KSPI, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Walau demikian, pihaknya mengaku tetap akan melakukan mitigasi.

“Mitigasinya, pengaturan jam kerja, istilah mereka suspend untuk working hours, pengaturan jam kerja. Jadi dalam satu minggu ada 1-2 hari buruh yang diliburkan,” ujar Said.

Dia mengatakan, pihak Nike menawarkan pemotongan gaji. Tapi ditolak pihaknya.

“Tadinya juga mau dipotong setengah 50% dari upahnya. Kami ingatkan tidak boleh memotong upah. Mereka akhirnya setuju,” imbuhnya.
(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *