News

Ramai-ramai Dapur MBG Tutup, Netizen Soroti Konten Kesedihan Pegawai SPPG dan Bandingkan Nasib Guru Honorer



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Media sosial, khususnya platform Threads, tengah dihebohkan oleh isu penutupan sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Isu ini mencuat setelah akun media sosial kabarmahasiswa.id mengunggah sebuah postingan yang menyoroti fenomena munculnya konten-konten dari pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai “menjual kesedihan” pasca-penutupan tersebut.

“Ramai-ramai dapur MBG ditutup, muncul konten-konten SPPG yang ‘menjual kesedihan’ pegawai,” tulis akun kabarmahasiswa.id dalam unggahannya.

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dan perdebatan hangat di kalangan netizen. Banyak dari mereka yang justru mengkritik balik sikap para pegawai SPPG dan mengaitkannya dengan ketimpangan sosial serta kondisi profesi lain di Indonesia.

Kritik Pedas Netizen: Dibandingkan dengan Guru Honorer dan Nakes

Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi oleh sentimen negatif terhadap konten-konten “sedih” yang dibuat oleh oknum pegawai MBG. Netizen menilai aksi tersebut berlebihan, terutama jika dibandingkan dengan profesi lain yang sudah lama menderita akibat kesejahteraan yang rendah namun tetap bertahan tanpa membuat drama di media sosial.

Salah satu komentar dari akun @samhaekal.id secara langsung menyindir para pegawai tersebut dengan membandingkannya dengan nasib guru honorer:

“Guru honorer yang berpuluh-puluh tahun enggak diangkat ASN aja enggak nangis-nangis drama gini bu, sudahi aktingnya!!!…” tulisnya.

Senada dengan hal tersebut, akun @evijuicy juga menyatakan rasa simpatinya yang lebih besar kepada tenaga kesehatan (nakes) dan guru:

“Jujur saya lebih sedih lihat nakes dan guru yang benar-benar mendidik tapi gajinya kecil,” ungkapnya.

Jejak Digital Pegawai MBG yang Pernah Menyinggung Profesi Lain

Kritik netizen tampaknya bukan tanpa alasan. Akun @shbrn.shinichi mengingatkan kembali netizen tentang adanya oknum pegawai MBG/SPPG yang sebelumnya sempat menyindir profesi lain saat program ini baru berjalan lancar. Ia membagikan tangkapan layar sebuah grup kemitraan yang bertuliskan:

“Jangan terlalu posting gaji MBG, nanti ada yang guru-guru honorer kepanasan dan tidak bisa beli kipas…” Hal ini membuat netizen merasa bahwa situasi yang dihadapi para pegawai saat ini merupakan karma dari kesombongan masa lalu.

Selain menyasar para pegawai, netizen juga menggunakan momentum ini untuk mengkritik program pemerintah yang dianggap tidak matang sejak awal. Akun @fahrenstein menyebut fenomena ini sebagai “Akal-akalan rezim bikin sebagian rakyat jadi ketergantungan ekonomi sama proyek mereka.”

Bahkan, beberapa netizen seperti @goods.garagesale mengunggah poster bertuliskan “PERINGATAN (SANGAT) DARURAT #MenujuIndonesiaBangkrut” sebagai bentuk protes simbolis terhadap arah kebijakan ekonomi dan moral pemimpin saat ini.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *