News

BGN Bantah Anggarannya Dipotong Purbaya: MBG Tetap Jalan Tanpa Kurangi Efektivitas



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) membantah anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 dipangkas, berbeda dengan pernyataan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa.

Pernyataan BGN disampaikan melalui akun Instagram resminya. Mereka menegaskan pagu anggaran MBG sejak awal sebesar Rp268 triliun, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.

“Informasi mengenai pemangkasan anggaran MBG tahun ini tidak benar. Anggaran Badan Gizi Nasional tahun 2026 yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 adalah sebesar Rp268 triliun,” tulis BGN, dikutip Kamis (28/5/2026).

Menurut BGN, angka Rp335 triliun selama ini merupakan gabungan pagu APBN BGN sebesar Rp268 triliun dengan dana cadangan Rp67 triliun yang berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).

“Dari total pagu utama, sebagian besar alokasi anggaran dipergunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia,” tulis BGN.

Lebih lanjut, BGN memaparkan sebanyak 70 persen anggaran digunakan untuk bahan baku makanan, 20 persen untuk operasional, termasuk distribusi kendaraan dan insentif relawan, serta 10 persen untuk kebutuhan lainnya.

“Pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan tanpa mengurangi efektivitas layanan bagi siswa sekolah,” tulis BGN.

Pernyataan Purbaya

Diberitakan sebelumnya, Purbaya mengatakan ada efisiensi dana BGN senilai Rp67 triliun, dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

“MBG sudah mencapai Rp75 triliun, itu 22,4 persen dari APBN yang sebesar Rp335 triliun. Tapi nanti bukan Rp335 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5).

Dia mengungkapkan, per 30 April 2026 tercatat realisasi anggaran sebesar Rp75 triliun, menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Alasan pemangkasannya, kata Purbaya, karena ingin melakukan penghematan sehingga anggaran bisa lebih efektif dan efisien.

“Ada penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional (BGN) bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Purbaya juga memberi sinyal akan ada penghematan anggaran program MBG lanjutan, meski belum merinci detail rencana ke depan.

Meski begitu, Purbaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto tengah memperbaiki manajemen program MBG serta cara BGN membelanjakan anggaran.

“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” terangnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *