News

Singgung Reformasi Jilid II, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ajukan Dua Syarat Dukung Prabowo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi politik nasional.

Dalam videonya yang beredar, Tiyo bahkan berani menyinggung kemungkinan lahirnya ‘Reformasi Jilid II’ jika situasi bangsa terus mengalami kemunduran di berbagai sektor.

Ia menganggap bahwa sejumlah indikator yang dulu memicu reformasi 1998 kini mulai kembali terlihat.

Syarat Reformasi Sudah Lengkap

Dikatakan Tiyo, dirinya telah berdiskusi di berbagai tempat untuk membangun gagasan mengenai kemungkinan reformasi baru di Indonesia.

Lanjut dia, kondisi politik dan demokrasi saat ini menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

“Teman-teman, saya sudah keliling di beberapa tempat untuk kita mulai berimajinasi tentang reformasi jilid 2. Kita mulai imajinasi ke sana,” ujar Tiyo dikutip fajar.co.id, Selasa 26 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa sejumlah syarat utama lahirnya reformasi mulai terpenuhi.

“Karena seluruh syarat terjadi reformasi itu sudah lengkap,” lanjutnya.

Tiyo kemudian menyinggung adanya kemunduran demokrasi hingga potensi krisis ekonomi.

“Ada kemunduran demokrasi, ada krisis politik, dan yang akan menjelang mungkin adalah krisis ekonomi,” tukasnya.

Menurut dia, situasi tersebut bisa menjadi berbahaya jika masyarakat tidak siap menghadapi kondisi yang terjadi.

“Bagi saya akan sangat berbahaya ketika seluruh krisis itu terjadi dan rakyat dalam hal ini juga masih, soalnya itu belum siap,” imbuhnya.

Akui Pernah Diundang ke Istana

Lebih lanjut, Tiyo juga mengungkap dirinya pernah mendapat undangan untuk datang ke Istana Presiden. Namun undangan tersebut diakuinya ditolak.

“Saya sudah diundang untuk ke istana di bulan Agustus dan saya menolaknya,” jelasnya.

Saat ditanya apakah undangan tersebut merupakan upaya membuka ruang dialog atas kritik yang disampaikannya, Tiyo menilai Presiden sebenarnya bisa melihat langsung kritik publik melalui media sosial maupun podcast.

“Seluruh yang kita sampaikan itu bisa ditonton sendiri oleh Presiden lewat podcast,” bebernya.

Ia bahkan meminta agar kritik-kritik tersebut turut dikumpulkan dan diperhatikan pemerintah.

“Lewat podcast nanti dimention Pak Presidennya ya. Supaya bisa nonton, lebih tepatnya kita minta Pak Qodari,” Tiyo menuturkan.

“Tolong video yang Bapak kumpulkan salah satunya ini beliau ditugaskan untuk mengumpulkan video yang mengkritik MBG. Tolong ini dikumpulkan,” tambahnya.

Prabowo dan Reformasi Polri

Blak-blakan, Tiyo juga menyinggung Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan tetap membuka kemungkinan mendukung Prabowo apabila mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *