Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, KSPI Sebut Kehadiran Tokoh Buruh Jadi Kekuatan Baru Pemerintah

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kabar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, berpeluang bergabung ke Kabinet Merah Putih mendapat sambutan positif dari kalangan buruh. Wakil Ketua Umum KSPI Arnod Sihite menilai kehadiran tokoh buruh di pemerintahan dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial nasional.
Arnod menyebut penunjukan Said Iqbal, jika terealisasi, merupakan langkah strategis yang menunjukkan semakin besarnya peran gerakan buruh dalam pembangunan nasional.
“Dengan terpilihnya sahabat kami, Said Iqbal, kami mengapresiasi keputusan strategis ini. Penunjukan Said Iqbal sangat tepat di tengah begitu banyak tantangan yang dihadapi bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh buruh dalam pemerintahan dapat menjadi kekuatan tambahan untuk membantu Presiden mencari solusi atas berbagai persoalan nasional,” kata Arnod dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Arnod, buruh saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai kelompok pekerja yang memahami persoalan hubungan industrial semata. Ia menilai banyak tokoh buruh telah berkembang menjadi pemimpin di berbagai bidang, mulai dari politik, akademisi, hukum, hingga organisasi kemasyarakatan.
Ia mencontohkan sejumlah tokoh buruh yang kini mengemban jabatan strategis di berbagai lembaga negara. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa gerakan buruh telah melahirkan banyak kader yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Masih banyak tokoh buruh yang saat ini mengemban amanah di berbagai lembaga negara. Ini membuktikan bahwa gerakan buruh telah melahirkan banyak kader pemimpin bangsa,” kata dia.
Arnod menegaskan buruh tidak seharusnya hanya menjadi objek pembangunan, melainkan harus menjadi bagian dari pengambil keputusan dan penyusun solusi atas berbagai persoalan nasional.
“Buruh telah teruji sebagai bagian dari kekuatan pergerakan yang melahirkan banyak kader pemimpin. Mereka terbiasa menyuarakan kesejahteraan pekerja, perlindungan rakyat Indonesia, sekaligus memberikan kritik konstruktif demi kemajuan bangsa dan negara,” kata Arnod.
Ia juga menilai keterlibatan tokoh buruh di pemerintahan tidak perlu dipersoalkan. Menurutnya, hal tersebut justru menunjukkan posisi gerakan buruh yang semakin strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut, Arnod mengajak seluruh pekerja Indonesia untuk menjaga persatuan dan mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Source link
